Suara.com - Presiden terpilih Prabowo Subianto memanggil Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diana Kusumastuti diundang ke kediamannya Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Selasa (15/10).
Diana Kusumastuti ternyata bukan orang baru di lingkaran pemerintahan. Karena perempuan ini ternyata adalah anak buah menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.
Ia sendiri sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR).
Usai menggelar pertemuan, Diana mengaku diminta untuk ikut masuk dalam kabinet Prabowo periode 2024-2029.
"Saya diminta untuk membantu beliau di dalam pemerintahan beliau saat ini," kata Diana di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2024).
Namun Soal posisi jabatan yang akan diembannya nanti, Diana enggan untuk menjawab. Dia memastikan soal jabatan menjadi ranah Prabowo.
Profil Diana Kusumastuti
Diana Kusumastuti resmi dilantik sebagai Dirjen Cipta Karya pada Selasa, 22 Desember 2020 lalu. Diana merupakan perempuan kelahiran Surakarta tahun 1967.
Dia mendapat gelar Sarjana Arsitektur dari Universitas Diponegoro, Semarang, pada 1991. Lantas melanjutkan studi di level S-2 denga meraih gelar Magister Teknik Studi Pembangunan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2004.
Baca Juga: Prabowo Kumpulkan Calon Anggota Kabinetnya di Hambalang, Diminta Pakai Baju Putih
Diana juga menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak ditetapkan pada Rapat Umum Pemegang Saham berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-19/MBU/01/2023 pada 31 Januari 2023.
Selama menjabat sebagai Dirjen Cipta Karya, dia telah menjalankan sejumlah tugas utama. Seperti merumuskan dan menyelenggarakan kebijakan sistem penyediaan air minum, pengelolaan air limbah domestik, pengelolaan drainase lingkungan, dan pengelolaan persampahan.
Diana yang merupakan Dirjen Cipta Karya di Kementerian PUPR memang aktif mengembangkan sejumlah Kawasan pembangunan. Salah satunya megaproyek pembangunan Kawasan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?