Suara.com - Anies Baswedan ternyata ikut ditraktir makan oleh eks pendampingnya di Pilpres 2024, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin setelah menghadiri acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Gedung Parlemen. Momen ditraktir makan oleh Cak Imin pun sempat diunggah oleh Anies, akun X pribadinya, Minggu (20/10/2024) kemarin.
Dalam unggahan foto itu, Anies dan Cak Imin turut didampingi oleh istri mereka, yakni Fery Farhati dan Rustini Murtadho. Lewat cuitannya itu, Anies pun mengaku traktiran makan siang dari Cak Imin itu karena telah mendapatkan pekerjaan baru.
"Makan siang bareng @cakimiNOWhabis acara pelantikan. Traktiran yang udah dapat pekerjaan baru," demikian cuitan Anies dikutip Suara.com, Senin (21/10/2024).
Sontak, unggahan Anies yang ditraktir Cak Imin karena dapat pekerjaan baru pun disorot dan menuai beragam komentar dari netizen. Namun, kebanyakan justru ikut tertawa dengan cuitan Anies.
Selain itu, tak sedikit juga netizen yang menanggapi cuitan itu dengan meledek balik Anies dengan beragam guyonan.
"Kek nyelametin temen kantor yg resign pas keterima BUMN," celetuk akun @nu*********.
"Pak gak usah roasting diri sendiri juga," guyon akun @an*******.
"Tanyain info loker pak awoakwoakwoak," timpal akun @hu******* disertai emoji tertawa.
"Macam lagi nganggur terus ketemu temen kantor lama nanya apa ada lowongan," tambah akun @sa********.
Namun, ada juga netizen yang menganggap cuitan Anies yang mengaku 'ditraktir makan siang' itu adalah sindiran halus buat Cak Imin.
"Ternyata gini cara pak Anies nampol cak Imin. Cair banget ya politik kita di saat rakyatnya gebuk-gebukan," tulis akun @abd********.
Diketahui, nama Cak Imin ikut masuk dalam kabinet Merah-Putih yang dibentuk oleh Prabowo-Gibran. Dalam kabinet pemerintahan baru itu, Cak Imin dilantik oleh Prabowo menjadi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
Dalam Pilpres lalu, Cak Imin adalah Cawapres pendamping Anies sekaligus menjadi rival politik Prabowo yang berpasangan dengan Gibran.
Berita Terkait
-
Rekam Jejak Mendag Baru Disorot: Budi Santoso Bakal Lebih Berani Sikat Monopoli - Kartel Ketimbang Zulhas?
-
Tak Masuk Kabinet Prabowo Gegara "Kurikulum Merdeka" Gagal? Profesor Ini Sindir Nadiem: Kegagalan Terbesar Mulyono
-
Harga Stroller Bikin Insecure, Mendadak Banyak Ingin jadi Pengasuh Bobby usai Prabowo Presiden: Gue Siap Bob!
-
Paling Getol Hujat Jokowi dan Keluarganya, Amien Rais Diolok-olok usai Kepergok Hadiri Pelantikan Gibran: Gak Malu Pak?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
Terkini
-
Penuhi Panggilan KPK, Gus Alex Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji
-
KUHP Baru Mulai Berlaku: Tersangka Tak Lagi Ditampilkan, Pidana Restoratif Mulai Diterapkan
-
6 Fakta Dugaan Rekening Gendut Rp32 M Milik Istri Pejabat Kemenag, Padahal Status Cuma IRT
-
Dulu Tersangka, Kini Pelapor: Damai Hari Lubis dan Eggi Sudjana Laporkan Kuasa Hukum Roy Suryo
-
Terbongkar! Penyebab Utama Banjir Jakarta yang Tak Teratasi: 'Catchment Area' Sudah Mati?
-
Mengapa RJ Kasus Suami Bela Istri Baru Berhasil di Kejaksaan? Pengacara Beberkan Hambatannya
-
Kapolri Listyo Tolak Jadi Menteri Kepolisian, Pilih Jadi Petani Saja
-
Tata Cara Upacara Bendera di Sekolah Menurut SE Mendikdasmen No 4 Tahun 2026
-
Viral WNI Jadi Tentara AS dan Rusia, Pemerintah Telusuri Status Kewarganegaraannya
-
Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kementerian: Bisa Melemahkan Negara dan Presiden