Suara.com - Mantan tahanan politik (Tapol) Papua Barat dan Koordinator Jaringan Doa Rekonsiliasi untuk Pemulihan Papua (JDRP2), Selpius Bobii menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Dalam surat tersebut, Selpius memberikan ucapan selamat atas pelantikan Prabowo sebagai Presiden RI ke-8 pada 20 Oktober 2024.
"Melalui surat terbuka ini, saya, mantan Tapol Papua Merdeka, Selpius Bobii, menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Bapak sebagai Presiden Republik Indonesia yang ke-8."
"Semoga Tuhan Yang Maha Esa menuntun Bapak dalam memimpin selama lima tahun ke depan (2024-2029)," ucap Selpius dalam keterangannya yang diterima Suara.com pada Senin (21/10/2024).
Selpius juga menyampaikan harapannya atas dukungan masyarakat Papua kepada Prabowo dalam Pemilu 2024. Menurutnya, meski Prabowo memiliki rekam jejak yang kurang baik di Papua saat masih aktif di Tentara Nasional Indonesia (TNI), sejumlah warga asli Papua tetap memilihnya dengan harapan Prabowo bisa menyelesaikan persoalan Papua secara damai, khususnya terkait status politik Papua.
"Orang asli Papua yang memberikan suaranya untuk Bapak dalam pemilu berharap agar selama kepemimpinan Bapak, masalah-masalah di Tanah Papua dapat diselesaikan dengan jalan damai," ujarnya.
Selpius juga mengapresiasi pidato perdana Presiden Prabowo yang disampaikan saat pelantikan di Jakarta. Ia menilai, pidato tersebut penuh dengan makna dan tantangan.
Selpius bahkan mengutip bagian dari pidato tersebut yang menyoroti prinsip anti-penjajahan dan anti-penindasan.
"Prinsip kita anti penjajahan, karena kita pernah mengalami penjajahan. Kita anti penindasan, karena kita pernah ditindas. Kita anti rasialisme, kita anti apartheid, karena kita pernah mengalami apartheid. Karena itu, kita harus membela rakyat-rakyat yang tertindas di dunia ini," demikian kutipan pidato Prabowo yang diingat Selpius.
Baca Juga: Mahasiswa Papua Sebut Kebrutalan Militer Paksa Pelajar Kabur dari Sekolah
Namun, Selpius mempertanyakan, bagaimana dengan kondisi rakyat Papua yang menurutnya telah lama mengalami penindasan oleh negara.
Ia menyoroti sejarah aneksasi Papua oleh Indonesia sejak 1 Mei 1963 yang bermula dari Maklumat Trikora oleh Presiden Soekarno pada 19 Desember 1961, hingga pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) 1969 yang dinilainya tidak sah secara hukum, moral, dan demokrasi.
"Bangsa Papua mengalami berbagai ketidakadilan, mulai dari rasisme, pembunuhan, hingga perampokan tanah serta sumber daya alam Papua. Ini menyebabkan penghancuran lingkungan, budaya, moral, dan bahkan etnis Papua itu sendiri," ungkap Selpius.
Melalui surat terbuka ini, Selpius berharap agar Prabowo tetap konsisten dengan janji-janji yang disampaikan dalam pidato perdananya, khususnya terkait perlindungan terhadap rakyat yang mengalami penindasan.
"Bangsa Papua sudah lama ditindas oleh NKRI. Maka itu, Negara Indonesia harus dengan berani mengakui penindasan terhadap bangsa Papua, dan harus berani mengakui kemerdekaan bangsa Papua," tegasnya.
Ia menutup surat tersebut dengan harapan agar kepemimpinan Prabowo bisa mengakhiri penderitaan di Tanah Papua.
"Demikian surat terbuka ini saya sampaikan kepada Bapak Presiden RI untuk mengakhiri tetesan darah dan tangisan di Tanah Papua," katanya.
Kontributor : Elias Douw
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Tarif Ojol untuk Antar Barang dan Makanan Bakal Diatur Kemkomdigi, Ini Aturannya
-
Lagu 'Bella Ciao' Bercerita Tentang Apa? Dinyanyikan Massa Demo BEM UI di Bundaran HI
-
Detik-Detik Mobil SPPG Magetan Terguling Usai Hantam Tiang Wi-Fi
-
Skandal Rasisme Media Inggris, Kemarahan Rakyat di Balik Kematian Profesor Cambridge
-
81 Tahun Indonesia Merdeka, Mengapa Kita Masih Takut Menatap Masa Depan?
-
Sudah Akui Terima Duit Tambang, Bebizie Belum Juga Kembalikan Uang ke KPK
-
7 Sifat Belah Ketupat dan Rumus Menghitung Luas serta Kelilingnya
-
Ungkap Terima Kasih ke Barca, Ferran Torres Mulai Babak Baru Bersama PSG
-
Sama-Sama Kasual, Ini Perbedaan Sandal Gunung dan Sandal Pantai yang Perlu Kamu Tahu
-
Tinted Sunscreen Mengandung Niacinamide dan Ceramide Apa Ada? Ini Rekomendasinya