Suara.com - Natalius Pigai ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Hak Asasi Manusia. Baru menjabat, ia sudah meminta tambahan anggaran mencapai Rp20 triliun. Hal ini pun menimbulkan pertanyaan sejumlah pihak, termasuk tentang perjalanan karier Natalius Pigai.
Natalius Pigai menjawab kritikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djajal yang mengkritik permintaan anggaran hingga Rp20 triliun. Menurut Pigai, anggaran tersebut dibutuhkan untuk membangun Universitas HAM bertaraf internasional. Selain itu, dana tersebut juga akan dialokasikan untuk mendirikan laboratorium HAM, di mana di dalamnya ada forensic, rumah sakit, dan lain sebagainya.
Anggaran tersebut juga akan dibagi lagi untuk keperluan edukasi HAM di 78.000 desa di Indonesia. Pigai menyebut ada beragam program yang akan disukseskannya menggunakan anggaran tersebut jika permintaan itu dikabulkan oleh negara.
Di sisi lain, Dino Patti Djajal mengkritik program-program tersebut berpeluang menjadi ladang korupsi. Dino Patti Djalal juga mengingatkan Pigai, bahwa ia bukan seorang aktivis lagi melainkan pejabat pemerintah yang musti pandai memperhatikan hal-hal lain juga.
Karier Natalius Pigai
Natalius Pigai sebelumnya terkenal sebagai tokoh pejuang HAM sebelum diangkat menjadi Menteri Hak Asasi Manusia. Natalius Pigai berasal dari Papua Tengah. Selama ini aktif sebagai pembela HAM, khususnya isu yang menyangkut hak-hak masyarakat Papua.
Natalius Pigai menyelesaikan Pendidikan formal di Sekolah Tinggi Pemerinatahan Masyarakat Desa, Yogyakarta. Ia meraih gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan, S.I.P.
Karier Natalius Pigai dimulai dari menjadi staf khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi di era Ir. Alhilal Hamdi dan Yacob Nuwa Ewa menjabat dari tahun 1999-2004. Dari tahun 1999-2002, Natalius Pigai aktif di Yayasan Sejati yang memperjangkan hak-hak kelompok terpinggirkan di Papua, Dayak, Sasak, dan Aceh.
Di tahun 2010-2012, Natalius Pigai menjabat sebagai Konsultan Deputi Pengawasan BRR Aceh-Nias dan tim asistensi di Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri. Ia juga tergabung dalam Forum Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Persatuan Mahasiswa Universitas Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang sekarang dibubarkan, dan Petisi 28.
Baca Juga: Baru Dilantik, 4 Menteri Prabowo Ini Langsung Tuai Kontroversi!
Dedikasi Pigai untuk memperjuangkan HAM membuatnya diangkat menjadi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada tahun 2012-2017. Ia menjabat sebagai komisaris pemantauan dan investigasi di Komnas HAM. Tugas utamanya adalah memantau dan mengamati pelaksanaan HAM dan menyelidiki dugaan pelanggaran nilai-nilai HAM.
Kewenangan Pigai antara lain memanggil pengadu, terdakwa, korban, saksi, dan pihak terkait lainnya, untuk laporan Komnas HAM. Dia juga meninjau adegan insiden dan memberikan pendapat hak asasi manusia di pengadilan tentang kasus-kasus tertentu.
Berdasarkan rekam jejaknya, Presiden Prabowo mempercayainya dengan jabatan Menteri HAM selama lima tahun ke depan.
Demikian itu informasi berkaitan dengan karier Natalius Pigai.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Gubernur Khofifah Apresiasi, Pemprov Jatim Borong 3 Penghargaan UB Halal Metric Award 2026
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto