News / Metropolitan
Jum'at, 20 Maret 2026 | 17:41 WIB
Terminal Terpadu Pulo Gebang (TTPG), Jakarta Timur, Jumat (20/3/2026). ANTARA/Donny Aditra
Baca 10 detik
  • Loket bus di Terminal Pulo Gebang tutup sementara pada H-1 Lebaran karena penurunan signifikan jumlah pemudik.
  • Jumlah penumpang pada Jumat (20/3) sore turun drastis menjadi 1.300 orang dibanding hari sebelumnya.
  • Pengelola terminal kini fokus persiapan arus balik dengan menyiagakan petugas untuk antisipasi lonjakan kedatangan.

Suara.com - Sejumlah loket bus di Terminal Terpadu Pulo Gebang (TTPG), Jakarta Timur, mulai menutup layanan pada H-1 Lebaran 1447 Hijriah seiring menurunnya jumlah pemudik.

Komandan Regu TTPG, Badman Harahap, mengatakan kondisi terminal pada Jumat (20/3) sore terlihat lebih lengang dibandingkan hari-hari sebelumnya yang masih dipadati calon penumpang.

“Sampai sore ini, jumlah penumpang menurun dibandingkan H-7 hingga H-2,” ujar Badman di Terminal Pulo Gebang, dikutip dari ANTARA.

Ia menjelaskan, pada Kamis (19/3), jumlah pemudik masih mencapai sekitar 5.000 orang. Namun pada Jumat pukul 15.00 WIB, angka tersebut turun drastis menjadi sekitar 1.300 penumpang.

Penurunan jumlah penumpang juga diikuti dengan berkurangnya rute perjalanan, khususnya ke wilayah Sumatera, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Hal ini terjadi karena sebagian besar pemudik telah berangkat lebih awal.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada operasional loket tiket. Sejumlah perusahaan otobus (PO) memilih menghentikan layanan sementara karena minimnya permintaan.

“Banyak loket bus yang sudah tutup untuk melayani hari ini,” kata Badman.

Seiring berkurangnya aktivitas keberangkatan, pengelola terminal kini mulai mengalihkan fokus pada persiapan arus balik. Petugas tetap disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang kembali ke Jakarta usai Lebaran, guna menjaga kelancaran dan keamanan di area terminal.

Baca Juga: Berangkatkan 1.496 Peserta, KESDM Bersama PLN dan BUMN Energi Fasilitasi Mudik Gratis ke 20 Tujuan

Load More