Suara.com - Amerika Serikat dan Inggris telah melancarkan serangan baru terhadap Yaman, dengan jet tempur mereka membombardir provinsi Hudaydah.
Menurut laporan dari jaringan al-Masira, serangan udara oleh kedua negara tersebut menargetkan area barat Yaman pada Kamis pagi.
Laporan menyebutkan bahwa sebuah lokasi dekat Universitas Hudaydah terkena serangan rudal dari pesawat tempur. Namun, media Yaman tersebut tidak memberikan informasi mengenai kemungkinan korban atau kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan di wilayah "Al-Hook".
Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai daerah di Yaman, terutama provinsi Hudaydah, telah menjadi sasaran serangan agresif oleh Amerika Serikat dan Inggris.
Serangan ini ditujukan untuk memberikan tekanan kepada tentara Yaman agar menghentikan blokade laut terhadap rezim Zionis.
Amerika Serikat dan Inggris pertama kali melancarkan serangan terhadap posisi Ansarullah di Yaman pada 21 Januari, mengacu pada resolusi Dewan Keamanan PBB, meskipun badan tersebut tidak mengizinkan pelanggaran kedaulatan Yaman, melainkan bertujuan untuk melindungi rute maritim internasional.
Berita Terkait
-
Siapa Presiden AS Mendatang? Kamala Harris atau Donald Trump, Joe Biden Bilang Begini
-
Israel Nikmati Keistimewaan dalam Perdagangan Senjata dengan AS, Jumlahnya Sangat Fantastis
-
AS Jadi Penghambat Penyelesaian Damai Isu Nuklir Iran?
-
Trump Janji Jika Menang Lebanon Bebas dari Penderitaan
-
Muntaz Halilintar Santai Diwawancara Bahasa Inggris oleh Nawid, Netizen Auto Kagum
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi
-
Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon
-
Awal Mula Sahroni Sadar Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Berawal dari Tamu Perempuan di DPR
-
KPK Bongkar Modus 4 Pegawai Gadungan yang Peras Ahmad Sahroni, Ternyata Bukan yang Pertama Kali!
-
Kasus Andrie Yunus Tetap di Militer, Menko Yusril Respons Usul Gibran Soal Hakim Ad Hoc
-
Suap Ijon Proyek Bekasi: KPK Sita Duit Kadis Henri Lincoln, Diduga 'Uang Panas' dari Sarjan
-
Riset Global Soroti Inovasi Pertanian AI dari Indonesia, Disebut Bisa Pulihkan Tanah Rusak
-
Militer Israel Kian Brutal di Lebanon, Panglima IDF Cuekin Sinyal Damai Netanyahu
-
Diperas Rp 300 Juta oleh 4 Pegawai KPK Gadungan, Ahmad Sahroni Tegaskan Tak Ada Ancaman