Suara.com - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman menelepon Donald Trump pada dini hari Rabu untuk mengungkapkan kegembiraannya atas kembalinya sang Republikan ke tampuk kekuasaan, menurut dua orang yang mengetahui percakapan tersebut.
Trump memperkuat hubungan AS dengan Arab Saudi selama masa jabatan sebelumnya. Hubungan bilateral selama pemerintahan Presiden Joe Biden awalnya memburuk oleh kritik Biden terhadap kerajaan tersebut atas pembunuhan kolumnis Washington Post Jamal Khashoggi pada tahun 2018 di konsulat Saudi di Istanbul.
Penguasa de facto Arab Saudi yang berusia 39 tahun itu menelepon tak lama setelah Trump menyampaikan pidato kemenangannya di Palm Beach, Florida, kata kedua orang tersebut, yang tidak ingin disebutkan namanya karena mereka sedang membahas masalah pribadi.
Seorang juru bicara Trump tidak menanggapi permintaan komentar.
Trump mengatakan kepada saluran berita Al Arabiya milik Saudi bulan lalu bahwa salah satu prioritasnya adalah memperluas Perjanjian Abraham untuk mencakup normalisasi hubungan antara Israel dan Arab Saudi.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada tahun 2020 selama masa jabatan pertama Trump dan menyaksikan terjalinnya hubungan diplomatik antara Israel dan Bahrain serta Uni Emirat Arab.
Trump mengatakan kepada Al Arabiya bahwa hubungan Arab Saudi dengan AS "tidak akan pernah baik dengan orang seperti Biden."
"Dengan saya, itu akan baik dan saya sangat menghormati Arab Saudi," katanya.
Trump dan Putra Mahkota sering memuji satu sama lain di depan umum, dan Arab Saudi adalah negara pertama yang dikunjungi Trump saat ia menjadi presiden pada tahun 2017.
Baca Juga: Ada Pemilih Arab dan Muslim di Balik Kemenangan Donald Trump
Setelah awal yang dingin di bawah Biden, hubungan antara kedua negara mulai membaik saat kedua negara memulai pembicaraan mengenai perjanjian pertahanan dan kerja sama teknologi dan nuklir yang terkait dengan pengakuan Riyadh terhadap Israel.
Riyadh telah memperkeras posisinya dalam menormalisasi hubungan sejak perang Israel-Hamas dan penyebaran konflik ke Lebanon. Kerajaan itu mengatakan hubungan masa depan dengan Israel bergantung pada pembentukan negara Palestina.
Berita Terkait
-
Mantan Staf Kamala Harris Desak Biden Mundur, Paksakan Sejarah Presiden Wanita Pertama AS?
-
3 Pemain Kunci Arab Saudi yang Patut Diwaspadai Timnas Indonesia
-
Kamala Harris Kalah, Elon Musk dan Donald Trump Rayakan Kemenangan Sambil Bermain Golf
-
Mayoritas Perempuan di Amerika Serikat Pilih Kamala Harris
-
Ada Pemilih Arab dan Muslim di Balik Kemenangan Donald Trump
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh
-
Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi
-
Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi
-
Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga
-
Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya
-
KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'
-
Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!
-
Prabowo Hadiri Konvensi Sains, Beri Taklimat di Hadapan 2.600 Akademisi
-
Identik dengan Gajah, Analis Bongkar Alasan Jokowi Pilih Lampung Jadi Target Safari Politik