Suara.com - Bansos Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari BPJS Kesehatan adalah program pemerintah yang memberikan akses layanan kesehatan gratis kepada masyarakat kurang mampu.
KIS merupakan bagian dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang bertujuan untuk memastikan semua warga, terutama yang tidak mampu, mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.
Melalui program ini, penerima bansos tidak perlu membayar iuran, karena biaya ditanggung oleh pemerintah.
Bantuan ini memungkinkan masyarakat untuk menggunakan fasilitas kesehatan tanpa biaya tambahan, dengan syarat terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan memenuhi kriteria tertentu.
Untuk mengecek status pencairan bantuan sosial Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari BPJS Kesehatan, Anda dapat mengikuti beberapa langkah berikut:
1. Melalui Aplikasi Cek Bansos
- Unduh Aplikasi: Dapatkan aplikasi resmi Cek Bansos di Google Play Store.
- Masukkan Data Pribadi: Setelah terinstal, masukkan nomor Kartu Keluarga (KK), Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan nama lengkap sesuai KTP.
- Cek Status: Pilih opsi “Cek Bansos” untuk melihat status penerimaan bantuan.
2. Melalui Website Resmi Kemensos
- Kunjungi Website: Buka [cekbansos.kemensos.go.id](https://cekbansos.kemensos.go.id).
- Isi Data Diri: Masukkan provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan Anda, serta nama sesuai KTP.
- Lihat Status: Klik “Cari Data” untuk memeriksa status pencairan bansos KIS BPJS.
3. Melalui Layanan SMS atau Call Center BPJS
Berita Terkait
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Mudah dan Cepat, JKN Bantu Amalia Sehat
-
Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN
-
Tips Aman Menghindari Penipuan Berkedok Bantuan Sosial Online
-
Daftar Tarif BPJS Kesehatan Kelas 1-3 per Mei 2026, Wacana Iuran Naik Terus Mencuat
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau