Suara.com - Program makan bergizi gratis rencananya akan dimulai di seluruh Indonesia pada Desember 2024. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana.
Namun, pada bulan November sudah dilakukan tahap pelaksanaan uji coba secara serentak di seluruh Indonesia.
Uji Coba ini diberlakukan di 100 titik yang tersebar dari Sabang di Aceh hingga Merauke, Papua. Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sempat mengecek uji coba makan bergizi gratis di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 70 Jakarta Selatan.
Hal ini sontak menggelitik seorang Dokter Tifa. Pihaknya mengaku syok lantaran Gibran justru melakukan uji coba makan bergizi gratis di SMA 70.
“Tapi jangan di SMA 70 Jakarta kali,” sindir Dokter Tifa, dikutip dari Youtube Bambang Widjojanto, Kamis (14/11/24).
“Itu si mas bro perginya meninjau program makan gratis di SMA 70, sedangkan SMA 70 itu anak-anak orang elit Kebayoran, gitu kan,” tambahnya.
Menurut Dokter Tifa pengetahuan Gibran belum terlalu menguasai soal latar belakang sekolah-sekolah yang ada di Ibu Kota, sehingga uji coba makan bergizinya disebut tidak tepat sasaran.
“Mungkin dia nggak tau ya, karena dia orang daerah kan,” ucapnya.
Dokter Tifa mengatakan bahwa program makan bergizi gratis akan lebih tepat sasaran jika diberikan untuk anak-anak di Papua.
Baca Juga: Sekolah Khusus Korban Bullying? Gibran-Mendikbud Usulkan Solusi Atasi Kekerasan
“Jadi kalau mau silahkan sana pergi ke Papua untuk memberikan program makan gratis,” ujarnya.
Dokter Tifa sontak menjelaskan jika daerah-daerah yang benar-benar membutuhkan program makan gratis justru bukan di tanah Jawa.
“Banyak sekali kantong-kantong kemiskinan dan kelaparan yang sangat butuh program makan gratis,” ujarnya.
“Seperti Papua itu sendiri, NTT, Kalimantan Barat dan beberapa kantong-kantong kemiskinan yang sangat ekstrem yang ada di negara kita. Nah itu buat saya penting sekali mereka diberikan program makan gratis itu,” tambahnya.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga