Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir mengaku lembaganya tidak merasa tersaingi setelah Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka membuka layanan "Lapor Mas Wapres' untuk menampung aduan masyarakat di Istana Wapres.
Menurutnya, pihaknya tidak memiliki ego sektoral dalam menyikapi soal posko pengaduan dibuat Gibran.
"Mana yang lebih cepat saja, kami ini kan tidak ego sektoral, mana yang lebih cepat, mana yang baik, yang penting pemerintahan bisa berjalan dengan lancar, berjalan dengan baik, semua program-program pemerintah bisa berjalan," kata Adies dikutip dari Antara, Selasa (12/11/2024).
Sebagai legislator di parlemen, elite Partai Golkar itu mengaku tidak mempermasalahkan bila masyarakat menyampaikan aspirasi langsung ke kanal aduan “Lapor Mas Wapres”.
"Ya, kan bagus toh, jadi Wakil Presiden proaktif untuk menyerap aspirasi masyarakat. Alhamdulillah ini kan kita sebagai masyarakat tentunya sangat senang bisa langsung memberikan aspirasinya kepada Wakil Presiden," ucapnya.
DPR RI sendiri, lanjut dia, memiliki badan serupa yang bertugas menampung aspirasi masyarakat.
"Di DPR kan juga kami sudah bentuk tuh Badan Aspirasi Masyarakat, BAM. Jadi BAM ini juga menerima aspirasi masyarakat. Jadi masyarakat bisa selain kepada DPR, juga bisa langsung (menyampaikan aspirasi) kepada Wakil Presiden, kepada pemerintah," tuturnya.
Adies Kadir juga menyangkal jika kanal aduan “Lapor Mas Wapres” akan tumpang tindih dengan keberadaan badan yang memiliki fungsi serupa di kementerian/lembaga lainnya. Bahkan, dia pun berharap para menteri bisa meniru langkah Gibran.
"Saya rasa mungkin ya baik juga kalau seluruh-seluruh kementerian dengan sektornya sendiri-sendiri membuka juga pengaduan-pengaduan kan, seperti di kepolisian kan juga sudah ada pengaduan masyarakat, TNI juga sudah ada, menteri-menteri lain mungkin bisa meniru, apalagi Pak Wapres juga sudah membuka itu. Jadi saya rasa baik-baik saja," katanya.
Selain itu, dia juga meminta agar tidak ada yang berburuk sangka atas posko "Lapor Mas Wapres" yang dibuat oleh putra sulung Presiden ke-7 RI, Jokowi. Sebab, dia menilai jika layanan pengaduan itu setidaknya bisa mempercepat upaya pemerintah untuk mengatasi masalah-masalah di masyarakat.
"Jadi saya rasa (hadirnya "Lapor Mas Wapres") ini baik-baik saja. Kita tidak usah berburuk sangka, suudzon, tapi ini niat baik daripada pemerintahan saat ini Prabowo-Gibran, dan kami sebagai legislatif di DPR, untuk lebih cepat melayani masyarakat," ujar dia.
Sebelumnya, Senin (11/11), Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka resmi membuka posko dan kanal aduan “Lapor Mas Wapres” untuk masyarakat yang beroperasi pada Senin - Jumat pukul 08.00 WIB sampai dengan 14.00 WIB.
Warga dapat mengadu kepada Wakil Presiden secara langsung ke posko yang berlokasi di Gedung Sekretariat Wakil Presiden, Kompleks Istana Wapres, Jalan Kebon Sirih Nomor 14, Jakarta Pusat. Di luar itu, warga juga dapat mengirimkan pesan melalui WhatsApp dengan nomor 081117042207. (Antara)
Berita Terkait
-
Bocah Ingusan, Roy Suryo Malas Ladeni Tudingan TikToker Intan Srinita: BuzzerRp Suruhan Pihak Pengecut!
-
Kubu Pram-Rano Somasi Budi Arie Gegara Dicap Sebar Hoaks Tersangka Judol, Siap Dipolisikan jika 3x24 Jam Tak Minta Maaf
-
Wanti-wanti Gibran usai Buka Layanan "Lapor Mas Wapres," Hensat: Jangan Cuma Hype Awal Saja, tapi...
-
Demi Bongkar Siapa Pemilik Asli Fufufafa, Dosen UGM Dukung Roy Suryo Polisikan Intan Srinita: Jadi Makin Seru
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Tito Karnavian resmikan huntara Agam, dorong percepatan bantuan dan validasi data korban bencana.
-
Peluang Bonus Demografi, Wamen P2MI Sebut Gejolak Global Belum Surutkan Permintaan PMI
-
Menteri Trenggono Pingsan Saat Pimpin Upacara Pelepasan Korban Pesawat ATR
-
Update Terbaru Kenaikan Gaji PNS, PPPK, dan TNI-Polri Tahun 2026
-
Update Banjir Jakarta Minggu Pagi: 19 RT Masih Terendam, Ratusan Warga Bertahan di Pengungsian
-
Lawatan Selesai, Ini Rangkuman Capaian Strategis Prabowo di Inggris, Swiss dan Prancis
-
Laba Triliunan, Sinyal Tersendat: Paradoks IndiHome di Bawah Raksasa Telekomunikasi
-
WNI Terlibat Jaringan Scam di Kamboja, Anggota Komisi XIII DPR: Penanganan Negara Harus Berbasis HAM
-
Ahmad Ali PSI Luruskan Tafsir Podcast: Gibran Adalah Wapres Potensial, Bukan Lawan Politik Prabowo
-
Dittipideksus Bareskrim Sita Dokumen hingga Data Transaksi dari Penggeledahan PT DSI