Pembatasan penggunaan bantuan AS seperti ini tidak hanya memengaruhi layanan aborsi. Pembatasan ini juga melemahkan layanan kesehatan seksual dan reproduksi yang lebih luas, termasuk akses dan informasi keluarga berencana.
Hasilnya adalah angka kehamilan yang tidak diinginkan meningkat pada saat yang sama ketika penyediaan layanan aborsi berkurang, dengan konsekuensi yang tak terelakkan yaitu mendorong banyak wanita ke prosedur aborsi tidak aman yang berbahaya. Satu studi menunjukkan bahwa 30.000 kematian ibu dan anak terjadi setiap tahun sebagai akibat langsungnya.
Tinjauan temuan penelitian tentang dampak pembatasan kesehatan masyarakat ini yang dilakukan oleh organisasi kebijakan KFF, menunjukkan penurunan penggunaan alat kontrasepsi modern, peningkatan kehamilan, dan tingkat aborsi yang tidak aman.
Dampak pada saran dan ketersediaan alat kontrasepsi modern, terutama kondom, juga menimbulkan tantangan kesehatan tambahan. Praktik terbaik telah lama menyarankan untuk mengintegrasikan layanan kesehatan seksual dengan layanan kesehatan lainnya termasuk pengujian dan pengobatan HIV, skrining untuk beberapa jenis kanker, dan perawatan antenatal, dapat meningkatkan hasil kesehatan.
Meremehkan satu aspek dari layanan ini berdampak pada semuanya. Sebuah studi tahun 2022 menunjukkan bahwa di seluruh negara yang sangat bergantung pada bantuan AS, terdapat tambahan 90.000 infeksi HIV baru setiap tahun ketika aturan pembatasan global diberlakukan.
Berita Terkait
-
"Pembunuh Hewan & Kriminal Seksual": SNL Ejek Pilihan Kabinet Trump!
-
Kuliah Singkat di Indonesia Makin Populer di Kalangan Mahasiswa AS, Ingin Belajar soal Kopi dan Kakao
-
Biden Ukir Sejarah, Kunjungi Amazon yang Nyaris Renggut Nyawa Pendahulunya, Teddy Roosevelt
-
Biden Berjudi dengan Perang Dunia III? Rusia Kecam Keputusan AS Soal Senjata Ukraina
-
Abaikan Trump! Iran-China Perkuat Hubungan Strategis 25 Tahun
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733