Suara.com - Rusia mendapat kritik tajam dari Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, setelah memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata di Sudan, yang dilanda perang. Langkah Rusia itu disebut kejam, licik, dan sinis, serta dianggap memberi pesan bahwa pihak-pihak yang bertikai di Sudan dapat bertindak tanpa hukuman.
Resolusi yang dirancang oleh Inggris dan Sierra Leone itu didukung oleh semua negara anggota dewan yang berjumlah 15, termasuk Tiongkok. Namun, Rusia menuduh Inggris mencoba mencampuri urusan Sudan dan menyebut kritik Lammy sebagai contoh sempurna dari neo-kolonialisme Inggris.
Duta Besar Deputi Rusia untuk PBB, Dmitry Polyanskiy, mengakui perlunya resolusi konflik di Sudan, namun menekankan bahwa gencatan senjata hanya dapat dicapai melalui kesepakatan langsung antara pihak-pihak yang bertikai.
"Semua rekan Dewan Keamanan setuju bahwa konflik ini memerlukan resolusi cepat. Namun, cara terbaik adalah memastikan pihak-pihak yang bertikai sepakat untuk menghentikan perang," ujar Polyanskiy dalam pertemuan tersebut.
Perang di Sudan pecah pada April 2023, diawali dari perebutan kekuasaan antara tentara Sudan dan Pasukan Pendukung Cepat (RSF), di tengah rencana transisi menuju pemerintahan sipil.
Akibat konflik ini, lebih dari 25 juta orang—setengah dari populasi Sudan—membutuhkan bantuan, dengan kelaparan merajalela di kamp-kamp pengungsian. Selain itu, lebih dari 11 juta orang telah mengungsi dari rumah mereka, dan tiga juta di antaranya terpaksa pergi ke negara lain.
Draf resolusi tersebut meminta pihak-pihak yang berkonflik untuk segera menghentikan permusuhan dan berdialog dengan itikad baik guna menyepakati langkah-langkah untuk meredakan konflik dan mencapai gencatan senjata nasional secepatnya.
Resolusi itu juga mendesak adanya jeda kemanusiaan, jalur aman bagi warga sipil, dan pengiriman bantuan kemanusiaan yang memadai.
Lammy melontarkan kritik langsung kepada Duta Besar Rusia, Dmitry Polyanskiy.
Baca Juga: Dipakai Keluarga Kerajaan Inggris di Bulan November, Ini Arti Bros Poppy Merah
"Veto Rusia ini memalukan dan sekali lagi menunjukkan wajah asli Rusia kepada dunia," tegas Lammy.
"Berapa banyak lagi orang Sudan harus terbunuh? Berapa banyak lagi perempuan harus diperkosa? Berapa banyak anak harus kelaparan sebelum Rusia bertindak?" lanjutnya.
Di sisi lain, Sudan mendukung langkah Rusia tersebut. Kementerian Luar Negeri Sudan, yang berada di pihak tentara, menyatakan apresiasi atas veto Rusia, menyebutnya sebagai wujud penghormatan terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional.
Sementara itu, Inggris mengumumkan akan menggandakan bantuan untuk Sudan dan negara-negara tetangga, dengan total lebih dari £110 juta, guna membantu mereka yang terdampak perang.
Berita Terkait
-
Dipakai Keluarga Kerajaan Inggris di Bulan November, Ini Arti Bros Poppy Merah
-
Jerman Kirim 4.000 Pesawat Serang Tanpa Awak ke Ukraina
-
Rusia-Ukraina Memanas, Kim Jong Un Langsung Desak Pasukannya untuk Siap Tempur
-
AS Izinkan Ukraina Gunakan Rudal Jarak Jauh di Rusia: Eskalasi Konflik atau Langkah Strategis?
-
AS Izinkan Rudal Ukraina Hantam Rusia, Kremlin: Kami Akan Ambil Keputusan!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT