Suara.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata membantah pernyataan Calon Pimpinan (Capim) KPK Setyo Budiyanto yang menyebut bahwa Pimpinan KPK periode 2019-2024 tidak mau bertemu dengan Jaksa Agung dan Kapolri.
Menurut Setyo, hal itu terjadi lantaran pimpinan KPK memiliki ego sektoral dengan merasa lebih tinggi dari lembaga penegak hukum lainnya.
Menanggapi itu, Alex lantas mempertanyakan sumber informasi yang didapatkan Setyo. Pasalnya, dia mengaku tidak pernah menolak untuk bertemu Jaksa Agung dan Kapolri.
"Saya sudah sembilan tahun di KPK dan sudah sering bertemu Jaksa Agung dalam berbagai kesempatan. Demikian juga pimpinan yang lain," kata Alex kepada wartawan, Rabu (20/11/2024).
Dia juga membantah tudingan bahwa pimpinan KPK merasa posisinya lebih tingi dari penegak hukum lainnya.
Bahkan, dia mengaku duduk di belakang kepala lembaga penegak hukum lainnya dalam acara-acara kenegaraan.
"Hanya dalam melaksanakan tupoksinya KPK diberi kewenangan melakukan koordinasi dan supervisi dalam penanganan perkara korupsi oleh penegak hukum lainnya. Kewenangan ini yang menurut saya tidak berjalan efektif. Apalagi sekarang KPK tidak memiliki peran treager mekanisme sebagaimana UU KPK yang lama," tutur Alex.
“UU KPK yang baru mengamanatkan agar dalam pemberantasan korupsi KPK bekerja sama/sinergi dengan lembaga lainnya. Dengan demikian ketiga lembaga penegak hukum memiliki kedudukan sama dalam pemberantasan korupsi,” katanya.
Meski begitu, Alex mengakui dalam menjalankan tugasnya, KPK kerap berbeda pandangan dengan penegak hukum lainnya. Namun, hal itu tidak membuatnya merasa lebih tinggi posisinya dari penegak hukum lain.
Baca Juga: Johanis Tanak Mau Hapus Posisi Ketua dan Wakil di KPK: Idealnya Hanya Koordinator
“Ketika KPK menangkap atau menangani perkara yang melibatkan APH lain, sering mereka minta agar perkara ditangani mereka,” ungkap Alex.
“Di sisi lain, UU KPK menyatakan bahwa subyek hukum yang ditangani KPK, terutama adalah aparat penegak hukum,” tandas dia.
Sebelumnya, Setyo menyebut pimpinan KPK seolah merasa lebih tinggi dibandingkan penegak hukum lainnya sehingga tidak mau bertemu dengan Jaksa Agung dan Kapolri.
“Pimpinan di level KPK menganggap mungkin karena levelnya sudah terlalu tinggi tidak mau ketemu dengan Jaksa Agung, tidak mau ketemu Kapolri,” kata Setyo di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (18/1/2024).
Menurut dia, Jaksa Agung dan Kapolri dianggap cukup bertemu dengan level deputi di KPK. Hal itu dinilai menghambat koordinasi antarlembaga penegak hukum.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Longsor Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Bukti Buruknya Manajemen Sampah
-
Selat Hormuz Jadi Jalur Neraka di Iran, Meleng Dikit Pindah Alam
-
Nasib Kaharingan: Agama Asli Dayak yang Terancam Hilang oleh Aturan
-
BPOM Temukan 56 Ribu Produk Pangan Bermasalah Jelang Ramadan dan Idul Fitri
-
Bangunan dan Rumah Porak Poranda, Influencer Israel: Oh Ini Rudal Iran, Ngeri Banget Ya
-
Warga Tel Aviv Saat Ini: Di Langit Hujan Rudal Iran, Di Bungker Dipenuhi Pecandu Narkoba
-
Jakarta Belum Temukan Kasus Campak, Dinkes Ingatkan Risiko Penularan dari Sekitar
-
Aksi Korve Massal: Kapolda Metro Jaya dan Dua Menteri Sulap Pasar Kramat Jati Lebih Bersih
-
Pernyataan Pihak Iran Benjamin Netanyahu Tewas dengan Luka Parah
-
Warga Binaan Lapas Cibinong Ikuti Gerakan Membaca Alkitab untuk Pembinaan Rohani