Suara.com - Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) terdiri atas warga negara Indonesia yang bersedia membantu kerja KPU dalam melancarkan Pemilihan Umum. KPU menyediakan gaji untuk KPPS. Lantas, berapa gaji KPPS?
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI membutuhkan hingga 3 juta anggota KPPS untuk melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2024. Pendaftaran seleksi anggota KPPS dibuka pada Selasa, 17 September sampai Sabtu, 28 September 2024.
Anggota KPPS memiliki tugas khusus dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum dan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Wali kota, dan Wakil Wali Kota. Para anggota KPPS terpilih nantinya akan ditugaskan ke 435.089 Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Gaji KPPS
Gaji KPPS Pilkada 2024 diatur dalam Keputusan KPU Nomor 475 tahun 2024 tentang Perubahan Keempat atas Keputusan KPU Nomor 476 tahun 2022 tentang Pedoman Teknis Pembentukan Badan Adhoc Penyelenggara Pemilihan Umum dan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
Honorarium atau Gaji KPPS dibagi berdasarkan jabatannya. Berikut rincian gaji untuk masing-masing jabatan yang disetujui oleh Menteri Keuangan (Menkeu).
- Anggota KPPS sebesar Rp850.000
- Ketua KPPS sebesar Rp900.000
Tugas KPPS
KPPS memiliki tugas khusus dalam peranannya menyukseskan Pilkada 2024. KPPS terdiri atas 7 anggota. Ketujuh anggota tersebut memiliki rincian tugas yang berbeda. Berikut tugas masing-masing anggota KPPS 1-7.
1. Anggota KPPS pertama bertugas memanggil pemilih berdasarkan nomor urut kedatangan, menandatangani surat suara, memberikan empat jenis surat suara kepada pemilih, mengganti surat suara apabila surat suara rusak, dan membantu pemilih memasukkan surat suara ke dalam kotak.
Baca Juga: Di Mana Lokasi Elkan Baggott dkk Nyoblos Pilkada 2024? Cek DPT Online Mereka di Sini
2. Anggota KPPS kedua dan ketiga bertugas mengisi nama kecamatan, nama desa/kelurahan, nomor TPS pada kertas suara. Bertugas memberikan surat suara kepada ketua KPPS untuk ditandatangani. KPPS 2 kemudian memverifikasi bahwa surat suara sesuai dengan DPT yang ada di TPS. Selanjutnya, KPPS kedua dan ketiga memverifikasi identitias pemilih yang menyerahkan formulir sudah memberikan suara.
3. Anggota keempat bertugas menerima kedatangan pemilih, memeriksa formular model C6 yang dibawa pemilih, dan mencocokkannya dengan data pemilih. Selanjutnya memeriksa jari pemilih untuk memastikan tidak ada tinta yang menandakan telah memilih sebelum memasuki tobong. Lalu, membuat dan melengkapi daftar hadir yang mencantumkan nomor urut kedatangan, normo urut daftar pemilih, dan jenis kelamin. Anggota keempat kemudian menulis nomor urut kedatangan dan bila ada pemilih yang mengalami disabilitas, ia memberikan informasi agar pemilih mendapatkan bantuan. Selain itu, meminta pemilih untuk duduk di tempat duduknya sambal menunggu panggilan. Dalam prosesnya, anggota keempat juga memberikan model C6 kepada ketua KPPS secara berkala.
Apabila ada pemilih yang belum membawa atau menerima formular model C6 tetapi sudah terdaftar di Daftar Pemilih, anggota keempat KPPS wajib mengidentifikasi menggunakan KTP atau KK atau tanda pengenal lainnya. Selain itu memberikan kesempatan kepada pemilih yang tidak terdaftar untuk memilih di TPS yang sesuai dengan alamat yang tertera di KTP.
4. Anggota kelima bertugas mengarahkan pemilih untuk memasuki bilik pemilihan suara yang kosong. Jika diperlukan, anggota kelima memberikan bantuan kepada penyandang disabilitas dan pemilih yang membutuhkan bantuan dalam memilih.
5. Anggota keenam bertugas membantu pemilih memasukkan surat suara ke dalam kotak suara sesuai jenis surat suaranya. Ia juga bertugas memastikan seluruh surat suara masuk ke dalam kotak yang benar. Ia juga bertugas mengundang pemilih untuk mencelupkan jari ke tinta yang dijaga anggota ketujuh.
6. Anggota ketujuh bertugas membantu pemilih untuk mencelupkan salah satu jari ke dalam botol tinta, mencegahpemilih membersihkan jari yang baru saja dicelupkan. Kalau sudah, mempersilahkan pemilih meninggalkan tempat pemungutan suara.
Demikian itu informasi berapa gaji KPPS dan apa saja tugas mereka. Semoga dapat dimengerti.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan