Suara.com - Beredar video di media sosial yang menampilkan dua orang pria diduga maling yang mendapat hukuman setelah tertangkap oleh warga. Namun, dua pria itu dihukum untuk saling menampar pipi secara bergantian.
Video itu turut dibagikan akun X, @feedemady pada Rabu (11/12/2024).
"Daripada warga main hakim sendiri mending diadu sesama maling," demikian keterangan unggahan tersebut.
Dalam video berdurasi 58 detik itu, terdengar suara pria yang memerintahkan agar dua pria diduga maling itu saling tampar pipi.
"Empat kali, ganti-gantian," ujar pria perekam video itu.
Saat mendapat hukuman, tampak pria berkaos oranye yang pertama kali menampar pipi rekannya yang berkaos hitam. Sebaliknya, sang rekan pun gantian menampar balik pria berkaos oranye itu. Kedua pria terduga maling itu pun tampak menuruti perintah pria yang merekam video.
"Terus lagi gantian. Yang kenceng gampar," hardik perekam video kepada dua terduga maling itu.
Meski belum diketahui kapan dan di mana lokasi dalam video itu, aksi saling tampar dua terduga maling itu menjadi sorotan netizen dan dihujani beragam komentar. Namun kebanyakan netizen justru mengomentari video itu dengan guyonan. Bahkan, tak sedikit yang memberikan ide tambahan karena video aksi saling tampar terduga maling itu dianggap seperti pertandingan gulat.
"Round 1 : Pake Tangan
Round 2 : Balok kayu
Round 3 : Linggis
Final round : juara round 3 vs warga," tulis akun @GP********.
"Gladiator maling-malingan," celetuk akun @ne********.
"Tambahin rules-nya bang, yang kalah diserahin ke warga. biar lebih kompetitif," timpal akun @ri********.
Di sisi lain, ada juga yang menganggap jika dua orang dalam video itu harusnya diberlakukan juga kepada para koruptor.
"Lebih seru kalo koruptor adu slap sesama koruptor," tulis akun yang membagikan video itu.
"Koruptor sama koruptor asyik kayanya," balas akun @rn********.
Berita Terkait
-
Turut Bahagia Sunhaji Akhirnya Bisa Umrah Bareng Keluarga, Netizen: Rezeki Allah yang Atur Bukan dari Taim
-
Rayu Ukhti tapi Bahasa Inggrisnya Blepotan, Gaya Ceramah Habib Zaidan Bikin Netizen Mual: Menjijikan!
-
Ngaku-ngaku Keturunan Prabu Brawijaya, Arkeolog BRIN Sebut Leluhur Gus Miftah Tokoh Fiktif: Tak Tercatat Sejarah!
-
Utusan Khusus Presiden Ternyata Gak Penting, Jabatan Gus Miftah Dicurigai Balas Jasa Prabowo: Habisin Duit Negara!
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius