Suara.com - Pakar Telematika, Roy Suryo kembali menyentil kasus akun Kaskus Fufufafa yang disebut-sebut milik Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.
Roy mengaku heran, mengapa Gibran tidak mengikuti jiwa Ksatria Miftah Maulana Habiburrohman alias Gus Miftah yang sudah diakui oleh Presiden Prabowo.
Gus Miftah sebelumnya diketahui mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
Gus Miftah mundur usai viral menghina dan mengolok-olok penjual es teh, Sunhaji saat berdakwah di Magelang, Jawa Tengah.
Roy Suryo kemudian membandingkan kasus Gus Miftah ini dengan Fufufafa. Pihaknya mengaku heran mengapa pemilik akun Fufufafa tidak segera menampakkan dirinya ke publik.
“Jadikan contoh si es teh ini, kalau memang konyol dan salah ya mundur,” ujar Roy, dikutip dari kanal youtube Forum Keadilan TV, Rabu (11/12/24).
“Nah, saya hanya nunggu yang ada dikaos ini (Fufufafa) kapan mundurnya, hahaha,” tandasnya.
Roy Suryo mengatakan bahwa pidato Prabowo belakangan ini yang menggarisbawahi soal ‘Cinta pedagang kaki lima’ sebenarnya secara tidak langsung menyentil sosok Fufufafa.
“Sebenarnya kalau kita bisa memahami, kata-kata Pak Prabowo terakhir itu sangat menyinggung, ‘Saya cinta kaki lima’, itu sebenarnya dalem banget, itu sebenarnya sudah nyodok ke sana (Fufufafa),” ujarnya.
Baca Juga: Rapor Merah Satu Dekade Jokowi, Bagaimana Masa Depan HAM di Era Prabowo?
“Pak Prabowo itu sebenarnya baik sekali, dia menghargai sikap-sikap Ksatria, mengakui kesalahan, meminta maaf dan mundur agar tidak terjadi sanksi sosial yang lebih jauh,” tambahnya.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Warga Palestina Dipaksa Bongkar Makam Keluarga, PBB Kecam Tindakan Israel di Tepi Barat
-
Gelombang Panas Picu Krisis Pangan, Dunia Mulai Cari Cara Bertahan
-
Kronologi Kebakaran Maut Sunter Agung: Tetangga Bantu Pakai APAR, 4 Nyawa Tak Tertolong
-
Pemilahan Sampah di Jakarta Mulai Diterapkan, Sejauh Mana Kesiapan di Lapangan?
-
Muncul 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Apakah Mematikan Seperti di Kapal Pesiar MV Hondius?
-
Negara Rugi Rp25 Triliun, Direktur PIS Arief Sukmara Divonis 6 Tahun Penjara
-
Dugaan Pelanggaran HAM di Torobulu, Warga Terpaksa Mengungsi Akibat Tambang
-
Ketika PAM Jaya Minta Maaf di Tengah Jalan Jakarta yang Semrawut
-
Satu Keluarga Jadi Korban Kebakaran Maut di Sunter Agung, 4 Orang Meninggal Dunia
-
Bukan Bebas Murni, Mengenal Apa Itu Tahanan Rumah yang Kini Dijalani Nadiem Makarim