Suara.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani memberikan sinyal buruk soal APBN di akhir tahun ini defisit hingga Rp 401,8 Triliun.
Sementara itu, pendapatan negara dari sektor pajak masih 84,9% dari target. Dari data tersebut semakin terlihat jelas bahwa kondisi keuangan negara sangat memprihatinkan.
Menurut Rocky Gerung hal ini sebenarnya bisa diatasi dengan mengandalkan harta negara, seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) contohnya.
Namun setelah ditelisik lagi, Rocky mengatakan bahwa kini BUMN sendiri mulai keropos bak tidak bisa menolong keuangan negara.
“Kas negara kosong, bahkan minus. Kondisi minus ini bisa diatasi sebetulnya kalau betul-betul secara real kemampuan kita untuk mengandalkan harta negara, BUMN. Tapi samar-samar kita makin tahu kalau BUMN kita itu keropos, merugi bertahun-tahun di era Jokowi,” ujar Rocky, dikutip dari kanal youtubenya, Kamis (12/12/24).
Rocky mengungkapkan bahwa BUMN merugi bertahun-tahun di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hal ini menurutnya haruslah diterangkan secara jelas oleh Sri Mulyani agar semakin transparan.
“Jadi Sri Mulyani harus terangkan itu, kenapa negara yang punya kapasitas untuk membangun dengan sumber daya yang berlimpah itu akhirnya kasnya kosong,” sebutnya.
Rocky kini menduga bahwa gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk mencerdaskan kehidupan bangsa akan mengalami kendala.
“Kita menduga akan ada kesulitan untuk membiayai gagasan besar Pak Prabowo mencerdaskan kehidupan bangsa, Pendidikan nomor satu,” ujarnya.
Baca Juga: Gerindra Sinyalkan Tolak Jokowi? Rocky Gerung: Barang Bekas PDIP
“Kalau uangnya tidak dihemat, atau bahkan harus dicari dulu, itu berarti kan ada penundaan peningkatan kemampuan berpikir anak-anak kita,” tandasnya.
Kendala-kendala yang harus dihadapi Prabowo kini menurut Rocky menjadi buntut dari borosnya anggaran dimasa pemerintahan Jokowi.
“Ketidakmampuan itu diakibatkan oleh borosnya anggaran Ketika Jokowi memerintah,” sebutnya.
“Kan semuanya mesti ada pertanggungjawaban dulu. Jangan kita dibebani oleh kesalahan kebijakan Jokowi, yang memang tidak mau mendengarkan suara rakyat. Akhirnya beban itu harus dicarikan dari pajak rakyat,” tambahnya.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Hair Serum Dipakai Kapan? Ketahui Waktu Terbaik dan Cara Aplikasinya agar Hasil Maksimal
-
Semen Gresik Raih TOP BRAND AWARDS 2026, Bukti Tetap Menjadi Pilihan Masyarakat Indonesia
-
Nadiem Sindir Perlakuan 'Spesial' Kejagung ke Febrie Adriansyah: Saya Langsung Diborgol
-
Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun
-
Smartfren Luncurkan Unlimited 5G di Semarang, Perkuat Jaringan Digital di Jawa Tengah
-
Profil John van den Brom Pelatih FC Twente yang Usir Mees Hilgers, Suka Ribut dan Ngomong Kasar
-
Mas Dhito Kembali Salurkan 216 Bantuan Pertanian Bagi Petani Guna Dukung Peningkatan Produksi
-
Empat Buronan Pemerintah China Dideportasi dari Semarang, Diduga Terlibat Love Scamming
-
Cakar Kurir Paket, Istri Nelayan Akhirnya Bebas dari Penjara
-
Purbaya Caplok 60% Saham KCIC, Utang Whoosh Kini Tanggung Jawab Kemenkeu