Suara.com - Mary Jane Veloso, tenaga kerja wanita asal Filipina yang sempat mendapat penundaan eksekusi mati pada 2015 di Indonesia, akhirnya tiba di Filipina pada Rabu dini hari (17/7) setelah bertahun-tahun proses negosiasi antara kedua negara Asia Tenggara tersebut.
Veloso, yang kini berusia 39 tahun, tampak tegar meski dikawal ketat oleh pihak keamanan setibanya di Bandara Manila.
“Saya sangat bahagia bisa pulang ke negara kita. Saya memohon kepada Presiden untuk diberikan grasi,” ujar Veloso kepada awak media.
Mary Jane Veloso ditangkap pada tahun 2010 di Yogyakarta setelah ditemukan membawa 2,6 kilogram heroin yang tersembunyi di dalam koper. Veloso bersikeras bahwa dirinya hanya korban yang dijebak sebagai kurir narkoba tanpa disadari. Meski demikian, ia tetap dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati.
Namun, penundaan eksekusi pada menit-menit terakhir tahun 2015 memberikan secercah harapan bagi Veloso dan keluarganya. Kepulangan Veloso juga bertepatan dengan repatriasi lima anggota terakhir jaringan narkoba “Bali Nine” ke Australia.
Sesampainya di Manila, Veloso langsung dibawa ke fasilitas penjara khusus perempuan, di mana ia akan melanjutkan hukuman sesuai dengan perjanjian antara pemerintah Indonesia dan Filipina.
Keluarganya, yang telah menanti di luar terminal, akhirnya diperbolehkan menemui Veloso di dalam kompleks penjara. Dua putra Veloso terlihat berlari memeluk erat ibunya dalam pertemuan yang penuh haru.
Pemerintah Filipina melalui Menteri Luar Negeri Enrique Manalo menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas langkah tulus dalam memulangkan Veloso.
“Kedermawanan mereka memungkinkan hari bersejarah ini terjadi, di mana Mary Jane akhirnya kembali ke Filipina, tepat menjelang perayaan Natal,” kata Manalo dalam pernyataan resmi.
Baca Juga: 3 Pemain Andalan Timnas Filipina yang Perlu Diwaspadai oleh Skuad Indonesia
Sementara itu, Wakil Menteri Kehakiman Filipina, Raul Vasquez, memastikan bahwa proses pemberian grasi bagi Veloso akan dipertimbangkan oleh Presiden Ferdinand Marcos Jr.
“Hal itu tentu menjadi perhatian kami dan ada di atas meja untuk ditindaklanjuti,” ungkap Vasquez kepada media.
Pihak Indonesia pun menegaskan akan menghormati keputusan yang diambil pemerintah Filipina, termasuk jika Presiden Marcos Jr. memberikan grasi kepada Veloso.
Kepulangan Mary Jane Veloso ini disambut antusias oleh berbagai pihak, termasuk aktivis dan pendukungnya yang selama bertahun-tahun memperjuangkan keadilan baginya. Banyak pihak berharap, ini menjadi awal baru bagi Veloso untuk memulai hidup yang lebih baik bersama keluarganya di tanah air.
Berita Terkait
-
3 Pemain Andalan Timnas Filipina yang Perlu Diwaspadai oleh Skuad Indonesia
-
Bebas dari Hukuman Mati, Mary Jane Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Ucap Terima Kasih ke Prabowo
-
Detik-detik Terpidana Mati Mary Jane Dipulangkan dari Bandara Soetta
-
Ucap Terima Kasih Terpidana Mati Mary Jane ke Presiden Prabowo dan Yusril: Tuhan Memberkati
-
Kenang-kenangan yang Dibawa Terpidana Mati Mary Jane Pulang ke Filipina, Ada Gitar hingga Rajutan
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
Terkini
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Dihujani Drone Rusia di Siang Bolong, Situs Warisan Dunia UNESCO di Lviv Hancur
-
Arab Saudi Marah ke Iran, Singgung Serangan Rudal Kiamat ke Negara Islam
-
Halalbihalal di Balai Kota, Pramono Anung: ASN Jakarta Masih WFH 2 Hari Lagi
-
Tak Jauh dari Indonesia, Negara Ini Mulai Irit BBM Hingga Nyatakan Darurat Energi
-
2000 Tentara AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Bersiap Masuki Iran
-
Penjelasan Shell terkait Stok BBM yang Masih Kosong di Seluruh SPBU
-
Serangan Balik, Iran Hujan Rudal Israel Hingga 12 Orang Tewas
-
Tak Sekadar Halalbihalal di Rumah SBY, Puri Cikeas jadi Saksi Cinta Lama Anies-AHY Bersemu Kembali?
-
Iran Makin Terdesak, Negara Teluk Mulai Izinkan Militer Amerika Serikat Gunakan Pangkalan Udara