Suara.com - Usai menjadi Presiden RI, Prabowo Subianto nampaknya mulai menunjukkan tarin Indonesia di mata dunia, hal itu terlihat ketika pentolan Gerindra melakukan kunjungan ke sejumlah negara besar.
Baru-baru ini Prabowo melakukan perjalanan ke Mesir pada 17--19 Desember untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 dan mewakili Indonesia menerima tongkat estafet kepemimpinan D-8 periode 2026--2027 dari Mesir.
Apalagi, kedatangan Prabowo ke negeri muslim itu disambut hangat para petinggi Mesir hingga mahasiswa Indonesia.
Perlu diketahui, hadirnya Prabowo di KTT D-8 itu merupakan organisasi kerja sama pembangunan yang didirikan pada 1997 oleh negara-negara yang sebagian besar terlibat dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yaitu Indonesia, Bangladesh, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, dan Turki.
Sebelum ke KTT D-8 2024 di Mesir, Presiden Prabowo sudah mengunjungi beberapa negara dan berpartisipasi dalam konferensi internasional sejak dilantik menjadi Presiden RI pada 20 Oktober 2024.
Berkunjung ke AS, 10--12 November 2024
Dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Biden, keduanya membahas hubungan diplomatik kedua negara yang kuat.
Selain membahas upaya penguatan kemitraan kedua negara, Prabowo dan Biden juga membahas keadaan geopolitik, termasuk membahas konflik di Gaza dan di Laut China Selatan.
Presiden Prabowo juga melakukan pertemuan dengan anggota korporasi The United States – Indonesia Society (USINDO) dan berdialog dengan sejumlah pemimpin perusahaan besar AS yang telah lama berinvestasi di Indonesia, termasuk Freeport, Chevron, General Electric, Georgetown, dan perusahaan lainnya.
Baca Juga: Khawatir Ulang Rezim Jokowi, Greenpeace Yakin Prabowo-Gibran Bakal Ugal-ugalan Tanpa Ada Oposisi
KTT APEC 2024 di Peru, 14--16 November 2024
Dalam kunjungannya ke Peru, Presiden Prabowo menegaskan komitmen untuk melanjutkan dan mempererat persahabatan dan kerja sama dengan Peru yang telah terjalin selama 50 tahun, ke tingkat yang lebih baik.
Presiden Prabowo juga menyampaikan komitmen untuk meratifikasi batas zona ekonomi eksklusif (ZEE) dengan Vietnam sebagai salah satu langkah nyata untuk memperkuat hubungan diplomatik yang telah terjalin selama 70 tahun.
Selain itu, Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menegaskan komitmen untuk meningkatkan hubungan kerja sama antara kedua negara melalui Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Kanada (ICA CEPA).
Mengunjungi China, 8--9 November 2024
Kunjungan Presiden Prabowo itu mendatangkan investasi sebesar 10,07 miliar dolar AS (Rp157,64 triliun) ke Indonesia, di mana kerja sama tersebut dilakukan antarpengusaha dari kedua negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang
-
Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru
-
Kejagung Seret Marcella Santoso ke Kasasi, Incar Pencabutan Izin Praktik Advokat
-
Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
-
MAKI Desak Jaksa Tak Gentar Usut Dugaan Tambang Ilegal Kaltara yang Seret Nama Karuna Murdaya
-
Gegana Tak Sanggup? Ahli Nuklir UGM Turun Tangan Selidiki Api Misterius di Sleman
-
Misteri Belasan Luka Tusuk Balita di Bekasi Terungkap, Paman Sendiri Jadi Tersangka
-
Bawa Bukti ke Kejagung, PT PMM Bantah Tuduhan Penyelundupan: Itu Fitnah, Kasum TNI Salah Info
-
Sahroni Geram WNA Brunei Bikin Onar di Blok M: Segerakan Deportasi dan Blacklist
-
KPK Disebut Tak Lagi 'Sakti' Sejak Jadi ASN, Independensinya Hilang