Suara.com - Kasus suap Harun Masiku terhadap komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali mencuat setelah KPK menjadikan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, sebagai tersangka.
KPK menyebut Hasto memiliki andil besar dalam kasus suap Harun Masiku. Hasto lah yang mengatur skenario agar Harun bisa lolos menjadi anggota DPR RI menggantikan caleg PDIP terpilih Nazarudin Kiemas, yang meninggal dunia.
Selain Hasto, kasus ini juga kini menyeret mantan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly. Politisi PDIP ini ikut diperiksa KPK terkait kasus suap Harun Masiku.
Ketika kasus Harun Masiku disidik KPK di tahun 2020, Yasonna adalah Menkumham yang juga Ketua DPP PDIP Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan.
Ketika penyidikan kasus ini berlangsung, kejanggalan mengenai posisi Harun Masiku sempat tercium media massa.
Ketika KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada 8 Januari 2020, Harun Masiku lolos. Ternyata Harun sempat pergi ke Singapura pada 6 Januari 2020.
Menkumham saat itu Yasonna Laoly menyatakan Harun Masiku belum terdeteksi berada di Indonesia sejak pergi ke Singapura pada 6 Januari 2020.
Fakta sebaliknya ditemukan tim majalah Tempo. Berdasarkan rekaman CCTV Bandara Soekarno Hatta, Harun ternyata kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2024 atau sehari sebelum KPK melakukan OTT.
Yasonna yang dikonfirmasi mengenai hal ini masih kukuh mengatakan bahwa Harun Masiku belum berada di Indonesia.
Baca Juga: KPK Siap Buktikan Hasto Perintahkan Harun Masiku untuk Rendam Ponsel di Air
Sementara Istri Harun sudah mengakui bahwa sang suami mengabarkan sudah berada di Jakarta pada 7 Januari 2024. Keberadaan Harun ini menjadi polemik.
Hingga akhirnya Dirjen Imigrasi Ronny Franky Sompie memberikan keterangan tertulis kepada awak media, 22 Januari 2024. Ronny mengakui Harun telah berada di Indonesia sejak tanggal 7 Januari 2020.
"Saya sudah menerima informasi berdasarkan pendalaman di sistem termasuk data melalui IT yang dimiliki stakeholder terkait di Bandara Soetta, bahwa HM [Harun Masiku] telah melintas masuk kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Batik pada tanggal 7 Januari 2020," kata Ronny.
Menurut Ronny Sompie, keterlambatan informasi itu terjadi karena kesalahan sistem data perlintasan di Soekarno-Hatta.
"Ada delay time dalam pemrosesan data perlintasan di Terminal 2F Bandar Udara Soekarno-Hatta ketika Harun Masiku tiba," katanya melalui keterangan tertulis.
Ronny menyatakan telah memerintahkan Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Bandara Soekarno-Hatta dan Direktur Sistem Informasi dan Teknologi Keimigrasan Ditjen Imigrasi untuk mendalami keterlambatan sistem itu.
Berita Terkait
-
KPK Siap Buktikan Hasto Perintahkan Harun Masiku untuk Rendam Ponsel di Air
-
Jejak Karier Riezky Aprilia, Kader PDIP yang Hendak Dijegal Hasto Demi Harun Masiku
-
Silsilah Keluarga Yasonna Laoly, Ayahnya Orang Terpandang di Nias
-
Dicurigai Ikut Sembunyikan Harun Masiku, Yasonna Dinilai Layak Susul Hasto Tersangka di KPK
-
Yasonna Laoly Dicekal, PDIP Curiga Politisasi Hukum oleh KPK
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Jokowi Akan Keliling Indonesia, Pengamat Nilai Ada Target Politik 2029
-
Kebakaran di Warakas Hanguskan Dua Rumah, 9 Penghuni Selamat
-
Indonesia Ingin Belajar Strategi China soal Pengentasan Kemiskinan
-
Polda DIY Selidiki Dugaan Pembubaran Ibadah Jemaat GMS di Bantul
-
Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
-
Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
-
Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan
-
Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i