Suara.com - Tanggul sungai di Dusun Kembangsambi, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur jebol pada Selasa (31/12/2024) malam.
Akibat tanggul jebol, terjadi banjir luapan air sungai di Dusun Kembangsambi yang membawa material batu serta pasir hingga menutupi akses jalur pantau utara (Pantura) Kabupaten Situbondo.
Peristiwa tanggul jebol hingga menyebabkan banjir yang membawa material batu itu terjadi tepatnya pada pukul 21.00 WIB.
"Banjir yang membawa material batu dan pasir ini terjadi setelah tangkis aliran sungai jebol, sehingga banjir dari pegunungan itu meluber ke jalur pantura," kata Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Situbondo Puriyono, dilansir dari Antara.
Akibatnya, lanjut dia, material batu dan pasir menutup jalan raya pantura yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali tersebut.
Arus lalu lintas dari arah Banyuwangi ke Surabaya dan sebaliknya sempat macet total akibat material banjir menutup ruas jalan.
"Untuk saat ini petugas bersama warga masih melakukan pembersihan material batu dan pasir secara manual dan juga dibantu alat berat (buldoser)," kata Ipung, sapaan akrabnya.
Ia menceritakan sebelum terjadi banjir luapan air sungai, wilayah Situbondo diguyur hujan deras, sehingga debit air tinggi dan tanggul aliran sungai dari pegunungan itu jebol.
"Kalau ketinggian material batu dan pasir menutup jalur pantura setinggi sekitar 50 cm. Alhamdulillah setelah alat berat tiba di lokasi cepat tertangani dan arus lalu lintas kembali lancar, tapi buka tutup sementara hingga menjelang tutup tahun," kata Ipung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah