News / Internasional
Rabu, 01 Januari 2025 | 18:30 WIB
Ilustrasi Mayat. (unsplash/john hendrick)

Suara.com - Di Jerman, perayaan tahun baru yang diwarnai dengan penggunaan kembang api yang intensif menelan korban jiwa.

Menurut laporan awal dari pihak kepolisian, lima orang meninggal dunia dan seorang petugas polisi mengalami cedera serius akibat kecelakaan terkait kembang api.

Tradisi penggunaan kembang api yang kuat untuk merayakan tahun baru di Jerman telah memicu perdebatan berulang tentang pelarangan perangkat paling kuat ini, mengingat tingginya jumlah cedera setiap tahunnya, serta polusi dan kebisingan yang ditimbulkannya.

Sebanyak 13 petugas penegak hukum mengalami cedera akibat kecelakaan tahun ini, termasuk satu yang serius, kata juru bicara kepolisian, Florian Nath.

Di Berlin, sekitar 330 orang ditahan semalam, namun tidak ada insiden kekerasan besar seperti tahun-tahun sebelumnya.

Di dekat Paderborn, wilayah barat laut North Rhine-Westphalia, seorang pria berusia 24 tahun meninggal setelah meledakkan roket piroteknik. Polisi setempat percaya korban membuat perangkat tersebut sendiri.

Di Oschatz, Saxony, seorang pria berusia 45 tahun meninggal karena cedera kepala serius saat menyalakan "bom piroteknik". Menurut polisi, kembang api tersebut merupakan jenis F4 yang memerlukan izin khusus untuk membelinya.


Di wilayah yang sama, Saxony, seorang pria berusia 50 tahun meninggal di tempat akibat cedera kepala di kota Hartha saat mencoba meledakkan bom pipa piroteknik.

Di dekat Hamburg, seorang pria berusia 20 tahun meninggal saat menyalakan kembang api piroteknik.

Baca Juga: Berjibaku Selama 3,5 Jam, DLH Jakarta Kumpulkan 132 Ton Sampah Malam Tahun Baru

Terakhir, di Kremen dekat Berlin, seorang pria kelima meninggal akibat "manipulasi yang tidak tepat" terhadap piroteknik, menurut polisi setempat. Tiga orang lainnya di wilayah tersebut juga mengalami cedera serius dalam situasi serupa.

Load More