Suara.com - Beredar unggahan di platform TikTok yang menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Narasi dalam unggahan tersebut berbunyi:
"HARI INI PRABOWO LANTIK AHOK JADI KETUA KPK!! MEGA KORUPSI JAMAN JOKOWI DIBURU SAMPAI MATI!!!"
Namun, klaim tersebut tidak benar dan merupakan hoaks.
Fakta yang Sebenarnya
Mengutip hasil penelusuran ANTARA, menunjukkan bahwa gambar yang digunakan dalam unggahan tersebut telah mengalami manipulasi.
Foto tersebut awalnya merupakan dokumentasi ANTARAFOTO yang memperlihatkan Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat pelantikan anggota DPR RI pada 1 Oktober 2024.
Wajah Andi Amran Sulaiman dalam foto tersebut diedit dan diganti dengan wajah Ahok untuk mendukung narasi yang menyesatkan.
Faktanya, Ketua KPK yang baru telah dipilih melalui mekanisme resmi. Setyo Budiyanto terpilih sebagai Ketua KPK setelah mendapatkan suara terbanyak dalam pemilihan yang dilakukan oleh DPR.
Ia dilantik bersama Wakil Ketua KPK lainnya, yaitu Fitroh Rohcahyanto, Ibnu Basuki Widodo, Johanis Tanak, dan Agus Joko Pramono.
Pengangkatan para pimpinan dan anggota Dewan Pengawas KPK ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 161/P Tahun 2024 tentang Pemberhentian dengan Hormat dan Pengangkatan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi serta Keanggotaan Dewan Pengawas KPK untuk periode 2024-2029.
Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Puskesmas Mulai Kapan? Balita hingga Lansia Bisa Free Medical Check Up
Hingga saat ini, tidak ada pernyataan resmi dari Presiden Prabowo terkait pengangkatan Ahok sebagai Ketua KPK. Dengan demikian, klaim yang beredar di media sosial tersebut tidak memiliki dasar dan dapat dikategorikan sebagai hoaks.
Kesimpulan:
Klaim: Prabowo lantik Ahok sebagai Ketua KPK.
Fakta: Informasi tersebut tidak benar, foto yang digunakan telah diedit, dan Ketua KPK yang sah adalah Setyo Budiyanto.
Rating: Hoaks.
Berita Terkait
-
Cek Kesehatan Gratis Puskesmas Mulai Kapan? Balita hingga Lansia Bisa Free Medical Check Up
-
Media Asing: Indonesia Bersinar di Mata Dunia, Prabowo Masuk 10 Pemimpin Paling Berpengaruh
-
KPK Bongkar Sikap Hasto Selama Penyidikan, Optimis Kasus Korupsi Harun Masiku Bakal Terbongkar?
-
Bantah Pihak Internal Bocorkan OTT Harun Masiku, KPK: Belum Menemukan Adanya Alat Bukti Pembocoran
-
Prabowo Mau Kasih Program Kredit Murah ke Pelaku UMKM Hingga Pekerja Migran
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Usut Manipulasi Pajak, Kejagung Tunggu Hasil Audit Penghitungan Kerugian Negara dari BPKP
-
Kemenkes Bangun 66 RS Tipe C di Daerah Terpencil, Apa Saja Fasilitas Canggihnya?
-
KPK Ungkap Ada Jatah Bulanan Rp7 Miliar ke Bea Cukai Agar Tak Cek Barang Bawaan PT Blueray
-
Terkuak! Alasan Kejagung Pertahankan Cekal Saksi Kasus Korupsi Pajak Walau KUHP Baru Berbeda
-
Skema Belajar Ramadan 2026: Pemerintah Minta Sekolah Perkuat Pendidikan Karakter
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Polda Metro Jaya Periksa Pandji Pragiwaksono Hari Ini Terkait Kasus Mens Rea
-
Truk Tabrak Separator, Ribuan Penumpang Transjakarta Terjebak Macet Parah di Tanjung Duren
-
OTT Bea Cukai: KPK Sita Rp40,5 Miliar, Termasuk Emas 5,3 Kg dan Uang Valas
-
Manipulasi Jalur Merah, KPK Tahan Direktur P2 Bea Cukai dan Empat Tersangka Korupsi Importasi