Suara.com - Sebuah unggahan di akun TikTok “ipai.ipa09” yang viral pada Jumat (27/12/2024) mengklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto menambah hukuman Harvey Moeis menjadi 40 tahun penjara terkait kasus korupsi.
Klaim ini menyebutkan bahwa hukuman sebelumnya yang hanya 6,5 tahun penjara dibatalkan dan semua aset Harvey Moeis akan disita.
Berikut narasi dalam konten tersebut:
“6.5 thn penjara di batalkan!! prabowo tambah hukuman HARVEY MOEIS korupsi 217 triliun!! 40 thn penjara. semua harga harvey moeis di sita semua.”
Namun, hasil pemeriksaan fakta menunjukkan bahwa narasi tersebut adalah konten yang menyesatkan.
Mengutip Tim pemeriksa fakta Mafindo (TurnBackHoax), pencarian menggunakan kata kunci “hukuman Harvey Moeis” mengarah ke pemberitaan yang valid, salah satunya dari Detik.com, yang melaporkan bahwa Harvey Moeis divonis 6,5 tahun penjara karena kasus korupsi timah pada Jumat (10/1/2025).
Pencarian lebih lanjut dengan kata kunci “Prabowo intervensi hukuman Harvey Moeis” mengarah pada pemberitaan dari Tempo.com yang mengutip pernyataan Prabowo pada 2 Januari 2025.
Dalam pernyataannya, Prabowo mengkritik vonis ringan terhadap para koruptor, termasuk Harvey Moeis, dan meminta agar jaksa mengajukan banding untuk meningkatkan hukuman tersebut. Prabowo menyebutkan, "Vonisnya, ya, 50 tahun, kira-kira."
Namun, seperti yang dilaporkan oleh Hukumonline.com, Juru Bicara Mahkamah Agung Yanto menjelaskan bahwa proses peradilan harus mengikuti ketentuan hukum yang berlaku, dan tidak ada pihak, termasuk Presiden, yang dapat mengintervensi atau mengubah putusan pengadilan di luar proses yang sah.
Baca Juga: CEK FAKTA: Prabowo Bagi Bantuan Puluhan Juta Rupiah Berdasarkan Jumlah Anak
Dengan demikian, klaim bahwa Prabowo menambah hukuman Harvey Moeis menjadi 40 tahun penjara adalah informasi yang tidak akurat dan menyesatkan.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Prabowo Bagi Bantuan Puluhan Juta Rupiah Berdasarkan Jumlah Anak
-
CEK FAKTA: Prabowo Seragamkan Gaji DPR dan MPR dengan PNS
-
Cek Fakta: Presiden Prabowo Resmi Umumkan Libur 45 Hari Bagi Anak Sekolah saat Bulan Puasa
-
Janji Selamatkan Sritex, Ribuan Buruh Hanya Terima 'Omon-omon' Prabowo
-
Cek Fakta: Foto Jokowi Ditangkap Polisi
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jalani Tes Calon Hakim Tipikor MA, Letkol Sudiyo Janji Bawa Budaya Peradilan Militer
-
Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme
-
Dari Sampah Jadi Berkah: Kisah Armawati Gerakan Perubahan
-
Review Di Tanah Lada: Cerita Anak dan Kekerasan dalam Keluarga
-
Skin Tint Somethinc Apa Cocok untuk Kulit Sawo Matang? Ini 12 Pilihan Shade-nya
-
El Nino Menguat di Tengah Krisis Iklim, Apa Dampaknya bagi Dunia?
-
Dari Tradisi Jadi Prestasi: Cerita di Balik Bangkitnya Desa Wisata Kemiren
-
4 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka yang Singkat dan Menyentuh Hati
-
Prestasi Merosot, Timnas Indonesia Mulai Kehilangan Kepercayaan Suporter?
-
Rupiah Kembali Melemah, Investor Tunggu Inflasi AS dan Pengumuman MSCI