Suara.com - Beberapa waktu yang lalu viral sebuah video yang memperlihatkan situasi simulasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sebuah sekolah menengah pertama (SMP).
Dalam video yang beredar, terlihat siswa-siswi di SMP tersebut melaksanakan program MBG dengan cara yang berbeda.
Bagaimana tidak, menu makanan gratisnya disajikan dalam bentuk prasmanan. Para siswa membawa wadah bekal sendiri-sendiri dari rumah.
Wadah bekal yang masih kosong itu kemudian diisi dengan menu makanan sehat yang sudah disiapkan dari pihak sekolah.
Siswa terlihat mengambil nasi dan lauk sendiri. Sementara untuk sayurnya diambilkan oleh guru yang bertugas.
Untuk buah dan susunya para siswa juga mengambil sendiri-sendiri. Cara prasmanan ini dinilai efektif oleh netizen. Pasalnya, anak-anak bisa mengambil sesuai porsinya, sehingga tidak tersisa dan akhirnya dibuang.
Dalam video yang diposting akun tiktok @pemkabmajalengka tersebut mengundang beragam komentar dari netizen.
“POV: DANA MAKAN SIANG GRATIS BERADA DI TANGAN YANG TEPAT,” Tulis @tinkermia.
“Kalau anak SMA ngambilnya porsi kuli pasti,” sahut @akuuu.
Baca Juga: Profil dan Pendidikan Azka Corbuzier: Trending Buntut Ocehan Deddy Corbuzier Soal MBG
“POTRET MAKAN GRATIS KETIKA TIDAK ADA KORUPSI,” ujar @Yamu.
“Nah bagus ini, ga mubazir, yang mau ambil yang ga skip, tapi tete pada minusnya si, minusnya ga efisien waktu,” komentar @Imouto.
Untuk diketahui, dalam video yang viral itu merupakan simulasi MBG di SMPN 7 Majalengka yang digelar pada 16 Desember 2024 lalu.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok
-
Skandal Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta: 103 Anak Jadi Korban, DPR Desak Hukuman Maksimal