Suara.com - Dewan Pers mengemukakan saat ini dunia jurnalistik menghadapi tantangan besar di era digital, mulai dari bisnis media yang tergerus hingga perlindungan jurnalis yang masih minim.
Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, mengungkap ada dua tantangan utama yang dihadapi pers Indonesia, yakni keberlangsungan bisnis media dan independensi jurnalis dalam menghasilkan karya jurnalistik berkualitas.
“Pendapatan dari iklan telah banyak beralih ke media sosial. Ini menjadi tantangan besar bagaimana Dewan Pers bersama konstituen dapat mendiversifikasi cara agar pers tetap hidup secara bisnis,” katanya dalam jumpa pers, Senin (20/1/2025).
Ninik juga menyoroti kualitas jurnalistik dalam era digital, terutama penggunaan Artificial Intelligence (AI) yang rentan menghadapi misinformasi dan disinformasi.
“Independensi jurnalis yang harus terus didukung. Di era digital ini, misinformasi dan disinformasi merajalela, sementara kapasitas jurnalis yang memiliki sertifikasi utama, madya, dan muda, jumlahnya masih sangat sedikit, tidak lebih dari 19.000,” jelas Ninik.
Dalam meningkatkan kapasitas jurnalis, Ninik menekankan pentingnya dukungan pemerintah sebagai tanggung jawab untuk menjaga pers.
“Dukungan berupa uji kompetensi dan pelatihan masih sangat minim. Tanpa kapasitas yang memadai, para jurnalis kesulitan menghasilkan karya yang profesional, apalagi di tengah tekanan publik untuk selalu cepat dan akurat,” tambahnya.
Selain itu, Ninik mengingatkan pentingnya perlindungan jurnalis dari berbagai bentuk kekerasan, baik fisik maupun siber.
“Kesejahteraan jurnalis juga mencakup keamanan dalam menjalankan tugasnya. Kita masih melihat intimidasi dan perusakan alat kerja. Bahkan, jurnalis pemula seperti yang aktif di pers kampus,” ungkapnya.
Baca Juga: Dewan Pers Soroti IKP Indonesia Terus Menurun: Pers Nasional Sedang Tidak Baik-baik Saja
Anggota Dewan Pers, Totok Suryanto, menambahkan bahwa tantangan besar pers juga datang dari internal, yakni menjaga keseimbangan antara pers sebagai institusi kepercayaan publik dan pers sebagai entitas bisnis.
“Mahkota pers adalah kepercayaan publik. Namun, tanpa perusahaan pers yang sehat, baik secara jurnalis maupun bisnis, kepercayaan ini sulit dibangun. Oleh karena itu, perusahaan pers harus memenuhi standar administratif dan hubungan industrial yang ditetapkan Dewan Pers,” ujarnya.
Totok juga mengingatkan bahwa Dewan Pers harus tetap berada di tengah, menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah.
“Dewan Pers tidak boleh menjadi oposisi kekuasaan, tapi juga tidak boleh menjadi bagian dari kekuasaan,” tegasnya.
Melalui pendaftaran calon anggota yang berlangsung hingga 11 Februari 2025, Dewan Pers berharap dapat memilih figur-figur yang mampu menghadapi tantangan ini.
“Strategi penguatan kapasitas, diversifikasi bisnis media, dan kerjasama dengan multi-stakeholder harus menjadi prioritas untuk menjaga keberlanjutan pers sebagai pilar demokrasi,” tutup Ninik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Penyidikan Dinilai Stagnan Jadi Alasan TAUD Ajukan Praperadilan Kasus Andrie Yunus
-
Kejagung Usut Prosedur Ekspor POME, Eks Dirjen Bea Cukai Askolani Turut Diperiksa
-
Sidang Praperadilan Kasus Andrie Yunus Digelar, Kuasa Hukum Tuding Polda Metro Telantarkan Perkara
-
Andrie Yunus Rawat Jalan Sejak 16 April, Dokter RSCM: Bukan Tanda Sudah Pulih
-
Prabowo Singgung Oknum Berseragam Hijau dan Cokelat yang Kerap Jadi Beking
-
Belum Bisa Selamatkan 9 WNI Diculik Tentara Israel, Begini Update Usaha Indonesia
-
Anies Baswedan ke Wisudawan UGM: Lulusan di Masa Sulit, Cari Kerja Sedang Menantang
-
Rasa Aman Bukan Bonus! Kevin Wu PSI Sentil Lemahnya Keamanan di Jakarta Barat
-
PBB Sebut Penangkapan Aktivis Sumud Flotilla oleh Israel Tabrak Hukum Internasional
-
Prabowo ke Menkeu Purbaya: Kalau Pimpinan Bea Cukai Tak Mampu, Segera Ganti!