Suara.com - Kabar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro melakukan kekerasan berujung demo oleh Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini membuat dirinya dikaitkan dengan sosok Soemantri Brodjonegoro. Siapakah dia?
Soemantri Brodjonegoro adalah seorang tokoh penting dalam sejarah Indonesia, terutama dalam bidang pendidikan dan administrasi negara. Beliau dikenal luas sebagai akademisi dan birokrat yang berpengaruh.
Soemantri Brodjonegoro menempuh pendidikan tinggi di Indonesia dan luar negeri, membuktikan dedikasinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Pendidikan yang beliau tempuh menjadi dasar bagi kontribusinya di berbagai sektor, terutama di dunia akademik dan administrasi pemerintahan.
Dalam perjalanan kariernya, Soemantri telah memegang berbagai posisi strategis di lingkungan pemerintah. Sebagai akademisi, beliau juga aktif di universitas terkemuka, memberikan pengajaran dan penelitian yang berdampak luas. Dedikasi dan kontribusinya menjadikan beliau sebagai salah satu sosok yang dihormati dalam dunia pendidikan dan pemerintahan di Indonesia.
Sebenarnya di Indonesia sendiri, nama belakang Brodjonegoro bukan nama yang asing. Sederet tokoh besar menyandang nama ini, dan masih memiliki ikatan kekeluargaan. Hal ini juga yang terjadi pada Satryo Soemantri Brodjonegoro, yang merupakan putra dari tokoh Soemantri Brodjonegoro.
Soemantri Brodjonegoro cukup tenar karena pernah menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral di tahun 1967 hingga 1973, kemudian menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1973.
Selain menjabat sebagai menteri di dua kementerian berbeda selama era pemerintahan Presiden Soeharto, beliau juga pernah tercatat sebagai Rektor Universitas Indonesia. Melihat data empiris ini, tidak diragukan lagi sosok Soemantri Brodjonegoro adalah cendekiawan yang cerdas dan memiliki intelegensi tinggi.
Soemantri dikenal karena pemikirannya yang progresif, terutama dalam reformasi sistem pendidikan di Indonesia. Beliau kerap menekankan pentingnya pendidikan berkualitas sebagai pondasi kemajuan bangsa. Gagasannya banyak diimplementasikan dalam kebijakan pemerintah terkait pendidikan.
Sang putra, Satryo Soemantri Brodjonegoro, kemudian ‘meneruskan’ jejak sang ayah dan didapuk menjadi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sejak dilantik akhir 2024 lalu. Meski demikian tak lama berselang kemudian muncul kabar bahwa dirinya melakukan tindak kekerasan dan diprotes oleh banyak ASN di kementerian tersebut.
Baca Juga: Dari Drama Air hingga WiFi, Menteri Rasa Raja Satryo Brodjonegoro
Sebagai pengakuan atas jasanya, Soemantri Brodjonegoro menerima berbagai penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri. Penghargaan ini mencerminkan kontribusi besarnya dalam memajukan bangsa, terutama di bidang pendidikan.
Dugaan Kasus tentang Satryo Soemantri Brodjonegoro
Dugaan kasus yang menjadi latar belakang protes sendiri adalah sebuah rekaman suara yang diduga melibatkan sang menteri, yang memaki disertai dengan suara tamparan pada orang yang diduga bawahannya.
Hal ini kemudian memicu amarah dari ASN kementerian tersebut, dan melakukan demonstrasi untuk memprotes perlakuan yang diterima koleganya dari menteri tersebut. Menteri Satryo dituduh sering bertindak arogan dan menunjukkan sikap kasar pada para pegawai.
Dikabarkan menteri ini juga telah memecat sejumlah pegawai secara sepihak tanpa ada penjelasan yang rinci. Alasan yang digunakan juga tidak terkait dengan kinerja dan performa yang ditunjukkan oleh ASN, namun justru pada alasan non-teknis yang sama sekali tidak berhubungan.
Itu tadi sekilas penjelasan tentang siapa Soemantri Brodjonegoro, ayah dari Mendikti Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro yang belakangan tersandung dugaan kasus kekerasan pada bawahannya. Semoga bermanfaat.
Berita Terkait
-
Terungkap! Akar Masalah Demo ASN Diktisaintek, Bukan Sekadar Meja Menteri yang Belum Diganti Neni
-
Berujung Damai, Ini 3 Hal yang Disampaikan Menteri Satryo Soemantri Saat Bertemu dengan ASN Neni Herlina
-
Menteri Satryo dan ASN Neni Herlina yang Demo Berujung Damai, Diktisaintek: Sudah Saling Memaafkan
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
Terkini
-
Prabowo akan Pimpin Pemakaman Militer Try Sutrisno di TMP Kalibata, Mensesneg: Beliau Putra Terbaik
-
Eskalasi Timur Tengah Memanas, Inggris Bersiap Evakuasi 94.000 Warganya
-
Viral Video Penganiayaan ART di Sunter Ternyata Kejadian 2023, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Harga minyak dunia melonjak setelah kapal diserang di dekat Selat Hormuz
-
Personel Militer AS Tewas, Publik Amerika Tak Dukung Aksi Donald Trump
-
Dua Belas Lokasi Disiapkan untuk Muhibah Ramadan Kabupaten Sukabumi
-
Komisi III DPR Gelar RDP Kematian Nizam Syafei, Ibu Kandung Hadir dan Soroti Dugaan Penyiksaan
-
Presiden Prabowo Akan Pimpin Upacara Pemakaman Militer Try Sutrisno di TMP Kalibata
-
Integrasikan 1.231 Anak ke Stunting Action Hub, Langkah Nyata Telkom Dorong Penurunan Stunting
-
Salat Jenazah Try Sutrisno Digelar di Masjid Agung Sunda Kelapa, Bahlil dan Prasetyo Hadi Hadir