Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi bahwa ia telah berbicara langsung dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengenai upaya mengakhiri perang di Ukraina. Dalam wawancara eksklusif dengan New York Post, Trump menyatakan bahwa percakapan tersebut merupakan langkah awal untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung sejak 2022.
Trump, yang sejak kampanye kepresidenannya berjanji akan mengakhiri perang di Ukraina, belum mengungkapkan secara spesifik strategi yang akan digunakannya. Namun, ia menyebut bahwa pembicaraan dengan pihak Rusia telah berlangsung dengan baik.
"Saya lebih baik tidak mengatakannya," ujar Trump ketika ditanya berapa kali ia dan Putin telah berbicara.
Menurut Trump, Putin juga menginginkan agar pertumpahan darah di Ukraina segera dihentikan. Hingga saat ini, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi mengenai pernyataan Trump, sementara Kremlin melalui juru bicaranya, Dmitry Peskov, mengisyaratkan adanya berbagai komunikasi yang berlangsung melalui saluran berbeda.
Isyarat Pertemuan Puncak Trump-Putin
Dalam laporan terbaru, Trump mengindikasikan bahwa ia terbuka untuk bertemu langsung dengan Putin guna membahas solusi damai bagi Ukraina. Meskipun tanggal dan lokasi pertemuan masih belum dipublikasikan, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dikabarkan menjadi kandidat lokasi potensial untuk menggelar pertemuan puncak tersebut.
Pada bulan Juni lalu, Putin menetapkan syarat awal bagi perdamaian, termasuk tuntutan agar Ukraina menghentikan ambisinya bergabung dengan NATO dan menarik pasukannya dari wilayah-wilayah yang diklaim Rusia. Trump belum mengungkapkan secara pasti apakah ia akan menerima atau menegosiasikan ulang persyaratan tersebut.
Sementara itu, Leonid Slutsky, Ketua Komite Urusan Internasional Parlemen Rusia, menyatakan bahwa persiapan untuk pertemuan Trump-Putin telah mencapai tahap lanjut dan kemungkinan besar akan terjadi pada Februari atau Maret mendatang.
Trump dan Zelenskyy Juga Direncanakan Bertemu
Selain dengan Putin, Trump juga berencana untuk bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, dalam waktu dekat guna membahas strategi penyelesaian perang. Ia menegaskan bahwa dirinya memiliki rencana konkret untuk mengakhiri konflik tersebut, meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut.
"Saya harap ini cepat," ujar Trump.
Baca Juga: Trump Tunjuk Elon Musk Berantas Penipuan Ratusan Miliar Dolar di Pemerintahan AS!
"Setiap hari orang-orang sekarat. Perang ini sangat buruk di Ukraina. Saya ingin mengakhiri hal terkutuk ini," katanya lagi.
Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, perang telah menyebabkan ribuan korban jiwa dan kehancuran besar di wilayah tersebut. Upaya diplomatik sebelumnya belum membuahkan hasil konkret, namun dengan Trump kembali berkuasa, dinamika geopolitik terkait konflik ini kemungkinan akan mengalami perubahan signifikan.
Berita Terkait
-
Trump Tunjuk Elon Musk Berantas Penipuan Ratusan Miliar Dolar di Pemerintahan AS!
-
Palestina Bukan 'Properti' Donald Trump, Turki Kecam Rencana AS di Gaza
-
Balas Perang Dagang Amerika Serikat, Gantian China Bakal Selidiki Apple
-
Darurat Imigrasi Trump, DPR Desak Pemerintah Bentuk Satgas Lindungi WNI di AS
-
Wabah Flu Burung di AS, Jutaan Ayam Dimusnahkan, Harga Telur Melonjak Tajam
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan
-
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya
-
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi