Suara.com - Analis politik, Hendro Satrio (Hensa) mengangggap hubungan Presiden Prabowo dan pendahulunya, mantan Presiden Jokowi akan menjadi sejarah karena kedua tokoh itu masih tetap akur. Bahkan, menurutnya, belum pernah terjadi hubungan presiden dan mantan presiden bisa seakrab seperti Prabowo dan Jokowi.
Hal itu disampaikan Hensa dalam siniar yang tayang di akun Youtube Abraham Samad SPEAK UP pada Kamis (13/2/2025), saat menanggapi curhatan Prabowo yang menyebut ada pihak-pihak yang ingin menjegal hubungannya dengan Jokowi.
"Jadi Pak Prabowo dan Pak Jokowi ini kan bikin sejarah. Belum pernah terjadi di Indonesia ada dua orang presiden dan mantan presiden itu akrab, belum pernah," ujar Hensa dilihat Suara.com pada Jumat (14/2/2025).
Pendiri lembaga survei KedaiKOPI itu juga membeberkan hubungan yang tak harmonis antara para mantan presiden di Indonesia. Salah satunya, hubungan Jokowi dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dianggap tidak akbrab.
"Soekarno-Soeharto enggak akrab, SBY ke Mega enggak akrab. Mega-Gus Dur juga enggak akrab. Dulu juga kemudian SBY ke Jokowi juga enggak akrab," bebernya.
Hensa pun mengungkap kemungkinan faktor keakraban itu karena putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka yang menjadi wakil presiden di pemerintahan Prabowo.
"Nah ini baru kali pertama dan mungkin juga ini ada faktor yang memang pertama kali juga dalam sejarah ada anaknya presiden jadi wakil presiden itu kan baru pertama kali," ujarnya.
Hensa pun menyinggung soal ucapan Prabowo yang mengaku soal upaya pihak-pihak untuk memisahkannya dengan Jokowi. Dia pun menganggap curhatan Prabowo itu bisa diartikan jika sang kepala negara mengingatkan agar hubungannya dengan Jokowi tidak diganggu-ganggu.
"Jadi memang complicated juga kalau kemudian Pak Prabowo menyatakan ada yang ingin memisahkan dia dengan Pak Jokowi," ujarnya.
Baca Juga: Tanggapi Seruan Kabur Aja Dulu, Anies: Nasionalisme Bukan soal di Mana Kita Tinggal, tapi...
"Mungkin juga yang ingin ditafsirkan adalah dia ingin kondisi negara ini baik-baik saja stabil jadi tolong enggak usah digangguin lah yang begini-begini gitu," imbuh Hensa.
Curhat Prabowo
Prabowo sebelumnya mengungkapkan ada yang ingin memisah-pisahkan dirinya dengan Presiden ke-7, Jokowi. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berpidato di acara Kongres XVIII Muslimat Nahdlatul Ulama di Jatim International Expo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/2/2025).
"Ada yang sekarang mau misah-misahkan saya sama Pak Jokowi. Lucu juga untuk bahan ketawa, boleh," kata Prabowo.
Kepala negara lantas meminta masyarakat untuk tidak gampang dipecah belah.
"Jangan, kita jangan ikut. Pecah belah, pecah belah itu adalah kegiatan mereka-mereka yang tidak suka sama Indonesia," kata Prabowo.
Berita Terkait
-
Dikaitkan Sosok Sfafsus Kemenhan Singapura, Prof Sulfikar Sindir Deddy Corbuzier: Stafsus Bidang Bully Anak Kecil
-
Merasa Terbantu, Prabowo Puji-puji Jokowi di Forum Dunia: Terima Kasih Atas Kerja Sama Kita yang Panjang
-
Puas Harvey Moeis Bisa Dihukum 20 Tahun Bui, Mahfud MD: Kejaksaan Profesional Asal Tak Direcoki
-
Saat Prabowo Koar-koar Efisiensi, Viral Acara Glamping Kepala Daerah di Magelang: Dana Rp11 M Disetor ke PT Lembah Tidar
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya
-
Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Politik Adalah Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Kejar Jabatan
-
Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal: Peradaban Diukur dari Cara Menghormati Bumi
-
Instruksi Tegas Megawati di HUT ke-53 PDIP: Kader Wajib Jaga Alam, Hingga Lawan Keserakahan
-
Kritik Keras Regulasi Karpet Merah Konsesi, Megawati: Itu Pemicu Bencana Ekologis di Sumatra
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Krisis Iklim Adalah Ancaman Nyata, Generasi Muda Paling Dirugikan
-
Megawati Kecam Intervensi AS di Venezuela: Ini Imperialisme Modern!
-
Rocky Gerung Ngaku Girang Hadir di HUT ke-53 PDIP, Puji Pidato Megawati: Jernih, Tulus, dan Berani
-
BGN Ancam Suspend Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene, Target Nol Keracunan 2026