Suara.com - Sejumlah 37 orang diciduk polisi usai bentrokan antarsuporter usai laga Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat (Jabar) kemarin, Minggu (16/2/2025).
"Kita amankan korban 22 orang diduga suporter Persib dan 15 orang suporter Persija yang dikira suporter Persib,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (17/2/2025).
Binsar mengatakan kericuhan dipicu adanya dugaan penysupan yang diduga merupakan supoter Persib di antara suporter Persija.
Ketika dilakukan interograsi, komplotan tersebut tidak dapat menunjukan atribut dan identitas atau kartu keanggotan Jakmania, sebutan untuk suporter Persija.
"Jadi dilakukan tindakan kekerasan dan ada juga yang salah salah sasaran, bahwa itu suporter Persija tetapi sempat mau dilakukan tindakan kekerasan, tetapi kita amankan," jelas Binsar.
Tak hanya terjadi di dalam stadion, kericuhan terjadi juga berada di luar stadion saat pertandingan berakhir.
Hingga saat ini, Binsar mengaku pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap puluhan orang tersebut.
Sebelumnya diberitakan, pertandingan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta diwarnai kericuhan.
Sejumlah kelompok suporter melakukan aksi saling pukul.
Suporter Persija dan Persib Bandung diketahui tidak pernah akur, baik di dalam maupun luar lapangan.
Rivalitas yang tinggi membuat kedua suporter ini kerap terlibat bentrok. Akibatnya tidak jarang akibat bentrokan sering memakan korban baik luka bahkan jiwa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
KPK Usul Capres Harus dari Kader Partai, Golkar: Ideal, Tapi Jangan Tutup Pintu untuk Figur di Luar
-
Rudy Masud Didemo di Kaltim, Sekjen Golkar Ingatkan Kader: Peka ke Rakyat, Hindari Gaya Hidup Mewah
-
Cara Mudah Membuat Nama dari Your Name In Landsat NASA Secara Gratis
-
Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran
-
Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai
-
Italia Ganti Patung Yesus yang Dirusak Tentara Israel di Lebanon
-
Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil