Suara.com - Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Demokrasi (PSHD), Ade Irfan Pulungan, menyoroti kehadiran Puan Maharani dalam dua agenda kepresidenan yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto, yakni peluncuran Danantara di Istana Kepresidenan, Jakarta dan retret kepala daerah di Magelang, Jawa Tengah (Jateng).
Dalam agenda tersebut, Prabowo juga mengundang dua mantan presiden, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi).
Menurut Irfan, kehadiran Puan bukan sekadar sebagai Ketua DPR, melainkan juga sebagai representasi Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 RI dan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP).
Irfan menilai, kehadiran Puan dalam dua acara tersebut bukan tanpa maksud. Ia menduga ada pembicaraan lain di luar konteks pertemuan resmi, termasuk kemungkinan upaya untuk menjadwalkan pertemuan antara Prabowo dan Megawati.
"Sepertinya ada komunikasi yang dilakukan, apakah untuk menjadwalkan pertemuan Prabowo dengan Megawati," ujar Irfan kepada Suara.com, Senin (3/3/2025).
Selain itu, kehadiran Puan di acara retret kepala daerah dinilai sebagai upaya untuk mencairkan hubungan antara Prabowo dan Megawati.
Sebelumnya, Megawati sempat memberikan instruksi kepada kepala daerah dari PDIP untuk menunda keberangkatan ke Magelang. Menurut Irfan, kehadiran Puan bisa menjadi jembatan untuk membangun komunikasi politik dan menjelaskan maksud di balik surat Megawati tersebut.
"Bisa jadi kehadiran Puan dapat membangun komunikasi politik dan memberikan penjelasan adanya surat Megawati ya," kata Irfan.
Irfan juga mengapresiasi langkah Prabowo yang mengundang dua mantan presiden dalam dua acara tersebut.
Baca Juga: Muncul di Retret Kepala Daerah, Puan Bongkar Isi Obrolannya Bareng Jokowi, SBY dan Prabowo
Menurutnya, langkah ini menunjukkan niat Prabowo untuk menjalin kebersamaan, persatuan, dan keselarasan di antara para pemimpin bangsa.
"Prabowo sebagai presiden ingin menjadikan kebersamaan, persatuan, keselarasan, semua potensi anak bangsa untuk bisa bersinergi dalam semangat menuju Indonesia Emas," ujar Irfan.
Ia menilai, kehadiran mantan presiden dalam acara tersebut merupakan momentum sejarah.
Gagasan Prabowo untuk menyatukan potensi dan belajar dari pengalaman para pemimpin sebelumnya dinilai sebagai langkah luar biasa.
"Ini menjadi kekuatan untuk membangun bangsa dan mensejahterakan rakyat. Intinya adalah semangat Presiden Prabowo dalam merangkul, mengajak semua potensi anak bangsa, termasuk para pemimpin sebelumnya, untuk bersatu dalam melaksanakan program kesejahteraan rakyat," jelas Irfan.
Irfan menegaskan, gagasan dan praktik baik yang dilakukan Prabowo perlu didukung oleh seluruh elemen bangsa. Tujuannya adalah untuk mencapai visi besar Indonesia Emas pada tahun 2045.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Menjangkau Area Terisolir, Tito Pastikan Bantuan Tersalurkan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
-
Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur, Menlu Sugiono Mengutuk Keras Serangan Terhadap Pasukan UNIFIL
-
Tinjau Aceh Tamiang, Tito Karnavian Pastikan Penanganan Pengungsi Dipercepat
-
SBY Hadiri Upacara Pelepasan 3 Jenazah Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Haru Saat Hampiri Keluarga
-
Prabowo Beri Ucapan Belasungkawa ke Keluarga dan Penghormatan ke 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan
-
Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soetta Sore Ini
-
Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah
-
Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu