Suara.com - Mabes Polri akhirnya buka suara soal viral Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan yang tengah menjadi sorotan terkait pesta mewah di tengah isu efisiensi anggaran pemerintah.
Rosyanto diketahui melakukan pesta perayaan ulang tahun dengan dekorasi yang sangat megah. Meski sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengingatkan agar tidak perlu melakukan hal tidak diperlukan.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, dalam perayaan tersebut, berlangsung di dalam kantor. Sehingga berkonteks kedinasan.
“Ada dua konteks di sini, dalam hal kegiatan itu berlangsung di tempat kantor tentunya ini juga tidak membuat suatu, terlihat pada konteks apakah ini berbayar atau tidak artinya di sini kan konteksnya kedinasan, internal,” kta Trunoyudo, di Mabes Polri, Senin (3/3/2025).
Trunoyudo juga mengklaim, jika itu merupakan bagian dari apresiasi melakukan syukuran bertambahnya usia, dan menyambut kedatangan bulan Ramadan saat itu.
“Sudah disampaikan oleh Kapolda Kalsel itu dalam rangka juga persiapan untuk menjelang bulan puasa, bulan Ramadan termasuk mengundang para masyarakat dan khususnya lagi adalah anak yatim piatu,” katanya.
Sejauh ini, belum ada sanksi atau dugaan pelanggaran kode etik terhadap Rosyanto. Meski demikian, lanjut Truno, pihak Propam berterima kasih atas informasi yang diberikan masyarakat lewat sosial media.
“Tentunya Propam merupakan garda untuk menjaga sistem profesional kode etik profesi Polri apapun semua akan dilihat secara etis kemudian juga dilihat secara disiplin tentunya harapannya juga ini bisa tetap terjaga oleh Propam,” pungkasnya.
Sebelumnya viral di sosial media soal perayaan Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen pol Rosyanto Yudha Hermawan. Perayaan tersebut terbilang cukup mewah.
Baca Juga: Kapolda Kalsel Belum Laporkan Harta Kekayaan, KPK Tawarkan Bantuan Isi LHKPN
Berita Terkait
-
Kapolda Kalsel Belum Laporkan Harta Kekayaan, KPK Tawarkan Bantuan Isi LHKPN
-
Pamer Naik Jet Pribadi hingga Jajan Bulanan Rp1 Miliar, DPR Geram Aksi Flexing Putra Kapolda Kalsel: Memalukan!
-
Gaya Hidup Mewah Anak Kapolda Kalsel Disorot, Komisi III DPR Desak Kapolri Beri Teguran Keras
-
Bisa Jadi Kasus Rafael Alun Jilid 2, Kapolri Diminta Tegur Kapolda Kalsel Usai Anak Pamer Jajan Rp 1 M dan Jet Pribadi
-
Tak Ada Informasi Harta Kapolda Kalsel Rosyanto, KPK: Memang Belum Lapor
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Sama-sama di KPK, Gus Yaqut Kirim Salam untuk Mensos Gus Ipul Sebelum Kembali ke Rutan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Anggota DPR Minta Hukuman Maksimal untuk Pengasuh Ponpes Pati Tersangka Pencabulan Santriwati
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi
-
Kebakaran Rumah di Tanjung Barat, Satu Orang Meninggal Dunia: Diketahui Anggota BPK
-
Ahli: Virus Hanta di Kapal MV Hondius Tidak Berisiko Menjadi Pandemi Baru Seperti Wabah COVID-19
-
Tersangka Kasus Pencabulan di Pati Ditangkap, Menteri PPPA: Tak Bisa Diselesaikan Damai!
-
WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru
-
Tersangka Pencabulan Santriwati di Ponpes Pati Sempat Kabur, Menteri PPPA Desak Penahanan