Suara.com - Kebakaran hutan terus meluas di Jepang yang menyebabkan ribuan warga mengungsi akibat terkena dampak menurut Penyiar publik NHK pada Senin (3/3/2025).
Diketahui, kebakaran hutan di Jepang itu terjadi sejak Rabu 25 Februari 2025. Hingga kini petugas pemadam kebakaran telah berjuang memadamkan kebakaran yang terjadi di hutan sekitar kota Ofunato, Jepang.
Kebakaran hutan tersebut merupakan yang terburuk di Jepang dalam lebih dari tiga dekade atau sejak akhir 1980-an, menurut Badan Penanggulangan dan Kebakaran Jepang.
Sementara petugas pemadam kebakaran yang didukung helikopter militer juga masih berjuang mengendalikan kobaran api yang membakar ribuan hektare lahan setiap harinya itu.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah fakta-fakta yang perlu diketahui tentang kebakaran hutan di Jepang.
1. Evakuasi
Menurut laporan Kyodo News pada Sabtu, lebih dari seratus rumah tangga di Jepang timur laut diperintahkan untuk mengungsi karena kebakaran hutan yang telah berlangsung sejak Rabu tersebut.
Pemerintah Prefektur Iwate mengeluarkan perintah baru bagi 333 orang dari 141 rumah untuk mengungsi, menambah lebih dari 4.000 penduduk yang telah diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka.
Sementara, menurut laporan lembaga penyiaran publik NHK pada Senin, yang dikutip Anadolu, disebutkan bahwa hampir 1.200 penduduk telah mengungsi ke fasilitas penampungan.
Baca Juga: Neraka di Ofunato: Kebakaran Hutan Terburuk Jepang dalam 30 Tahun, 1 Tewas
2. Pengerahan petugas pemadam kebakaran
Menurut laporan Kyodo News pada Minggu (2/3), Badan penanggulangan bencana Jepang pada Minggu meminta lebih banyak departemen pemadam kebakaran di seluruh negeri untuk bergabung dalam upaya melawan kebakaran hutan yang terus menyebar di prefektur timur laut Iwate.
Hampir 1.700 petugas pemadam kebakaran dari sekitar 450 departemen di seluruh negeri telah bergabung dalam upaya untuk mengendalikan kobaran api, yang telah menyebar selama lima hari sejak Rabu di Ofunato, menurut Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran.
Badan tersebut baru-baru ini meminta pemerintah Kota Hokkaido dan Yokohama untuk mengirimkan beberapa petugas pemadam kebakaran mereka ke Ofunato.
Sementara petugas pemadam kebakaran dengan dukungan udara dari helikopter, termasuk dari Pasukan Bela Diri, telah berhasil mencegah api menyebar ke daerah permukiman Ofunato di sepanjang pantai Pasifik.
Hampir 1.800 hektare lahan telah terbakar hingga Minggu, meningkat 400 hektare sejak hari sebelumnya.
3. Dampak
Sejauh ini, beberapa titik kebakaran telah menghanguskan sekitar 2.100 hektare lahan. Sementara dalam 24 jam terakhir, seluas 3.000 hektare lahan lainnya telah terbakar.
Dengan dukungan helikopter militer Jepang, Japan's Self-Defense Forces (SDF), petugas pemadam kebakaran berjuang melawan kobaran api dari udara dan darat, sementara asap menyebar ke arah pemukiman.
Setidaknya satu orang tewas dan lebih dari 80 bangunan mengalami kerusakan.
"Kami khawatir dengan meluasnya kebakaran. Kami percaya pada kekuatan pemadaman dari udara dan darat. Kami akan berusaha memadamkan api," kata Wali Kota Ofunato, Fuchigami Kiyoshi.
Berita Terkait
-
Neraka di Ofunato: Kebakaran Hutan Terburuk Jepang dalam 30 Tahun, 1 Tewas
-
Mencicipi Kelezatan Autentik Gyukatsu Kyoto Katsugyu, Kini Hadir di Jakarta
-
Sinopsis Gannibal Season 2, Aksi Yuya Yagira Melawan Keluarga Goto
-
Partai Republik Desak Presiden Ukraina Mundur, Zelenskyy: Saya Bisa Ditukar dengan NATO
-
Donald Trump dan Presiden Ukraina Tak Sejalan? Kremlin Sebut Kebijakan AS Sama dengan Visi Rusia
Terpopuler
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?
- KGPAA Mangkunegara X Akan Tinggalkan Mangkunegaran untuk Kuliah S2 di London
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Ujian Berat MBG: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
516 Korban Keracunan, Bupati Sidoarjo Ultimatum BGN Soal Perizinan: Ini Harus Tegas!
-
Kabar Gembira! Mulai 2027 Guru PPPK Paruh Waktu Resmi Diangkat Jadi Penuh Waktu
-
KPK Geledah Perusahaan Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Nama Adaro Ikut Terseret
Terkini
-
11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel
-
MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia
-
Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?
-
Penyidikan KPK di Pemkab Bogor: PCNU Imbau Ulama Tetap Adem dan Tak Terprovokasi
-
Intip Posisi Kompor yang Benar Menurut Feng Shui Kang Hong Kian, Jangan Taruh di Sini!
-
200 Rumah Disulap Jadi Kampung Warna-Warni, Wajah Baru Pintu Masuk Makassar
-
Anak di Bawah Umur Tusuk Ojol di Kalideres Gara-gara Tak Mau Bayar Ongkos
-
5 Hand Mixer dengan Dough Hook Terbaik, Cocok untuk Buat Adonan Donat