Suara.com - Kebakaran hutan terburuk di Jepang dalam lebih dari 30 tahun terus berkepanjangan, dengan petugas pemadam kebakaran yang dibantu helikopter militer masih berusaha mengendalikan api yang menghanguskan ribuan hektare lahan setiap harinya.
Menurut laporan penyiar publik NHK pada hari Senin, petugas pemadam kebakaran telah berjuang untuk mengatasi kebakaran di hutan sekitar Ofunato, Jepang, sejak Rabu lalu.
Sejauh ini, beberapa titik kebakaran telah membakar sekitar 2.100 hektare area, sementara dalam 24 jam terakhir, tambahan 3.000 hektare telah terbakar.
Dengan dukungan dari helikopter militer Jepang, Japan's Self-Defense Forces (SDF), petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api dari udara dan darat, sementara asap menyebar ke daerah pemukiman.
Setidaknya satu orang dilaporkan tewas dan lebih dari 80 bangunan mengalami kerusakan.
"Kami sangat khawatir dengan penyebaran kebakaran. Kami percaya pada efisiensi pemadaman dari udara dan darat. Kami akan berupaya memadamkan api," ujar Wali Kota Ofunato, Fuchigami Kiyoshi.
Hampir 1.200 warga telah mengungsi ke tempat penampungan.
Berita Terkait
-
Mencicipi Kelezatan Autentik Gyukatsu Kyoto Katsugyu, Kini Hadir di Jakarta
-
Sinopsis Gannibal Season 2, Aksi Yuya Yagira Melawan Keluarga Goto
-
Review My Broken Mariko: Pengingat bahwa Duka Tak Bisa Selesai dengan Cepat
-
Sinopsis Drama Netsuai Prince, Dibintangi Meari Hayashi dan Kazuto Mokudai
-
Sinopsis Watashi no Sukina Hito wa, Drama Romantis Terbaru Yuka Sugai
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik