Suara.com - Usai perselisihan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump viral di media sosial, muncul desakan agar Zelenskyy mundur dari jabatannya.
Partai Republik termasuk Senator Lindsay Graham dan Ketua Mike Johnson menyarankan agar Volodymyr Zelenskyy mundur dari jabatan Presiden Ukraina.
Banyaknya desakan yang muncul membuat Volodymyr Zelenskyy menolak seruan pejabat AS yang memintanya mundur dari jabatan presiden Ukraina tersebut.
Perlu diketahui, situasi panas AS-Ukraina saat ini imbas perselisihan sengit di Ruang Oval hari Jumat dengan Donald Trump.
Presiden Ukraina menyampaikan hal tersebut saat dia duduk bersama sekelompok kecil wartawan sesaat sebelum meninggalkan Inggris malam ini.
"Saya dapat memberikan [Lindsay Graham] kewarganegaraan Ukraina dan dia akan menjadi warga negara kami. Dan kemudian suaranya akan mulai bertambah berat, dan saya akan mendengarkan dia sebagai warga negara Ukraina mengenai topik siapa yang harus menjadi presiden," kata Zelenskyy menolak desakan mundur, dilansir dari Sky News, Senin (3/3/2025).
“Presiden Ukraina harus dipilih bukan di rumah Lindsay Graham tetapi di Ukraina,” tambahnya.
Zelensky menegaskan kembali bahwa ada satu situasi yang bisa membuatnya setuju untuk mundur, yaitu jika pengunduran dirinya adalah imbalan atas keanggotaan Ukraina di NATO.
“Saya bisa ditukar dengan NATO,” katanya.
Baca Juga: Cek Fakta: Viral Mie Gacoan Mengandung Babi Langsung Disegel Satpol PP
"Saya sudah mengatakan bahwa saya menukar keanggotaan NATO, maka itu berarti saya telah memenuhi misi saya. NATO berarti saya telah memenuhi misi saya."
Namun ia menambahkan: "Untuk mengubah saya, hal ini tidak akan mudah karena tidak cukup hanya dengan menyelenggarakan pemilu. Anda harus mencegah saya berpartisipasi. Dan ini akan menjadi sedikit lebih sulit."
Zelensky membenarkan adanya komunikasi antara Ukraina dan pemerintahan Trump sejak bentrokan pada hari Jumat, namun “tidak pada level saya”.
Graham – seorang senator Partai Republik dan sekutu dekat Trump – menyebut pertemuan itu sebagai “bencana total” pada konferensi pers pada hari Jumat.
Ketika ditanya apakah Zelenskyy harus mundur, dia berkata: "Dia harus mengundurkan diri atau mengirim seseorang yang bisa diajak berbisnis dengan kita, atau dia perlu berubah."
Tag
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Viral Mie Gacoan Mengandung Babi Langsung Disegel Satpol PP
-
Donald Trump dan Presiden Ukraina Tak Sejalan? Kremlin Sebut Kebijakan AS Sama dengan Visi Rusia
-
Oknum Pegawai PN Sukabumi Cabuli Mahasiswi Magang, Polisi Lakukan Penyelidikan
-
Zelenskyy vs Trump: Sekjen NATO Desak Perbaikan Hubungan Demi Ukraina
-
Zelensky 'Diperingatkan' Sebelum Pertemuan Memalukan dengan Trump, Apa yang Terjadi?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara