Suara.com - Pertempuran sengit antara pasukan Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dan kelompok bersenjata yang menentang penguasa sementara terus berlanjut di beberapa wilayah Suriah barat laut.
Sebuah pemantau perang melaporkan pada hari Sabtu bahwa jumlah korban tewas dari bentrokan dan pembunuhan balas dendam selama dua hari di wilayah itu telah meningkat menjadi lebih dari 1.000, menandai salah satu episode paling mematikan sejak konflik meletus di Suriah sekitar 14 tahun lalu.
Bentrokan dimulai pada hari Kamis, tiga bulan setelah militan yang dipimpin oleh HTS menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad dalam serangan mendadak.
Pertempuran antara pasukan HTS dan elemen bersenjata yang setia kepada mantan pemerintah juga memicu gelombang pembunuhan balas dendam pada hari Jumat, dengan militan bersenjata menargetkan minoritas Alawite di provinsi Hama dan Latakia.
Kantor Berita Arab Suriah (SANA) mengutip sumber di kementerian pertahanan rezim HTS pada hari Minggu yang mengatakan bahwa bentrokan hebat sedang berlangsung di pinggiran Tartus, kota pelabuhan utama di pantai Mediterania.
Al Jazeera juga melaporkan bentrokan hebat antara pasukan yang setia kepada Abu Mohammad al-Jolani, pemimpin HTS, dan kelompok bersenjata di pintu masuk kota Latakia.
Namun, HTS menyatakan bahwa "komite darurat" sedang memantau pelanggaran dan akan "merujuk mereka yang melampaui instruksi komando ke pengadilan militer."
Ia juga melaporkan pemberlakuan jam malam dan pengiriman bala bantuan untuk mengendalikan keamanan dan memulihkan ketenangan.
Sementara itu, al-Jolani, dalam sebuah pernyataan, mendesak para pejuang untuk "meletakkan senjata mereka dan menyerah," dengan mengatakan bahwa siapa pun yang menyerang warga sipil akan dimintai pertanggungjawaban.
Baca Juga: Badai Salju AS Tewaskan 3 Orang, Lumpuhkan Listrik Puluhan Ribu Warga
Berita Terkait
-
Tragedi Jatuhnya Lift Crane RS PKU Muhammadiyah Blora: 5 Orang Tewas, 13 Luka-luka
-
Israel Siapkan Serangan ke Iran? Latihan Militer di Gunung Hermon Ungkap Skenario Perang 2025!
-
Video Mengerikan Ungkap Eksekusi Massal di Suriah: Puluhan Mayat Ditemukan di Latakia
-
Bentrokan Berdarah di Daraa: Pasukan Keamanan Suriah vs. Loyalis Rezim Lama, Warga Sipil Jadi Korban
-
Badai Salju AS Tewaskan 3 Orang, Lumpuhkan Listrik Puluhan Ribu Warga
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI
-
Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League
-
Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital
-
Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati
-
Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku
-
Penjualan Semen SIG Tembus 18,27 Juta Ton, Naik 5,6% di Tengah Persaingan Ketat
-
Anggaran Militer Melejit Rp187 T, Kabinet Bayangan: Mau Perang dengan Korbankan Demokrasi?
-
Siap-Siap! Jatim Usulkan 2.100 Kursi CPNS 2026, Ini Bocoran Jadwalnya
-
IHSG dan Rupiah Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur, Gubernur BI Buka Suara