Jika dikalkulasikan untuk seluruh direksi dan komisaris Pertamina, pengeluaran ini bisa mencapai puluhan miliar setahun yang belum termasuk pemakaian kartu kredit yang kerap mencapai batas maksimal setiap bulannya.
Dorongan Ahok akhirnya membuahkan hasil. Pertamina pun merespons dengan menghentikan penggunaan kartu kredit bagi direksi, komisaris, serta seluruh pejabat di Pertamina Group dengan diberlakukan melalui surat No 204/H00000/2021-S4.
3. Ahok Sentil Utang Pertamina & Usul Bubarkan Kementerian BUMN
Pada tahun 2020, Ahok sempat menyoroti kebijakan utang Pertamina yang digunakan untuk mengakuisisi lapangan migas di luar negeri, padahal Indonesia sendiri masih memiliki 12 cekungan besar yang kaya akan potensi minyak dan gas.
"Kenapa harus utang dan cari migas di luar, padahal di dalam negeri masih banyak yang bisa digarap?" sindirnya.
Ahok bahkan mengusulkan agar Kementerian BUMN dibubarkan karena dinilai tidak efektif. Ia menilai bahwa Presiden Jokowi tidak bisa mengontrol langsung lembaga dan perusahaan di bawah kementerian tersebut.
Sebagai gantinya, ia menyarankan pembentukan Indonesia Incorporation yang mirip dengan Temasek di Singapura.
"Kementerian BUMN harus dibubarkan sebelum Pak Jokowi turun sebetulnya. Kita harus sudah ada semacam Indonesia Incorporation, persoalannya presiden enggak bisa kontrol manajemen BUMN," tegas Ahok.
Ahok melontarkan kritik tajam terhadap tata kelola Pertamina dan Kementerian BUMN yang disebutkan jika direksi Pertamina kerap melakukan lobi-lobi ke Menteri BUMN, terutama menjelang pergantian manajemen.
Ahok mengungkapkan bahwa perombakan direksi sering kali dilakukan secara sepihak oleh Menteri BUMN tanpa berkonsultasi dengan komisaris.
Hal ini mencerminkan buruknya sistem pengawasan dalam tubuh perusahaan pelat merah tersebut.
4. Ahok Sindir Tata Kelola Pertamina: Merem Juga Tetap Untung!
Ahok juga menyoroti besarnya pendapatan Pertamina yang mencapai Rp 800 triliun per tahun, namun menurutnya, pengawasan terhadap perusahaan migas pelat merah itu masih sangat lemah.
Ia bahkan menilai bahwa tanpa kerja ekstra pun, Pertamina tetap meraup keuntungan besar.
"Kalau enggak diawasi dengan baik, direksi Pertamina enggak punya KPI (key performance indicator) yang jelas. Padahal KPI mereka lebih bersifat administratif. Jadi, merem saja juga tetap untung," ujar Ahok dalam perbincangannya dengan jurnalis senior Andy F. Noya di akun Instagram Kick Andy Show.
Pernyataan ini kembali menegaskan kritik Ahok terhadap sistem tata kelola Pertamina yang menurutnya masih jauh dari transparan.
Ia menyoroti bahwa tanpa evaluasi yang ketat, kebijakan yang dibuat manajemen dapat berjalan tanpa akuntabilitas yang memadai.
5. Ahok Akui Gaji Komisaris Utama Pertamina Lebih Besar
Ahok secara blak-blakan mengungkap perbedaan signifikan antara gajinya sebagai Komisaris Utama Pertamina dan saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Ia mengakui bahwa menjadi Komisaris Utama di perusahaan migas pelat merah memberinya penghasilan jauh lebih besar dibandingkan saat memimpin ibu kota Jakarta.
"Kalau soal gaji, tentu lebih besar sebagai komisaris. Jauh lebih besar," ujar Ahok dalam sesi Instagram Live bersama jurnalis senior Andy F. Noya, Sabtu (27/7) malam.
Namun, meski pendapatannya lebih tinggi di Pertamina, Ahok justru merasa lebih menikmati pekerjaannya sebagai Gubernur DKI Jakarta karena memiliki ruang lebih luas untuk membantu masyarakat secara langsung.
6. Ahok sindir ada kekuatan besar di balik skandal Pertamina
Dalam potongan video wawancaranya bersama Narasi, Ahok tampak begitu berapi-api ingin membongkar praktik korupsi yang telah mengakar dalam tata kelola minyak mentah di PT Pertamina (Persero).
Dengan tegas, Ahok mengklaim memiliki bukti kuat berupa notulensi rapat hingga rekaman percakapan yang dapat mengungkap borok di tubuh perusahaan energi pelat merah tersebut namun, Ahok mengungkapkan kekecewaannya karena selama menjabat, ia tidak memiliki kewenangan eksekutif untuk menindak lebih jauh.
“Ini kasus lama,” tegasnya yang merujuk pada skandal yang kini menjerat sejumlah petinggi subholding Pertamina.
Ia menyebut dirinya hanya seorang komisaris dan bukan direktur Utama sehingga perannya terbatas dalam membongkar permainan kotor tersebut.
Ahok bahkan menyindir adanya kekuatan besar yang turut bermain dalam kasus ini, mengindikasikan bahwa praktik korupsi di sektor migas tak hanya melibatkan internal Pertamina, tetapi juga pihak-pihak berkepentingan di tingkat yang lebih tinggi.
“Ini ada tangan yang berkuasa ikut main", ucapnya mengisyaratkan jika skandal ini lebih dalam dari yang terlihat publik.
7. Ahok bongkar kejanggalan tender BBM di Pertamina: Saya Tegur, Tapi Tak Digubris
Dalam salah satu podcast lainnya, Ahok juga kembali mengungkap keluh kesahnya selama menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina.
Ia mengaku sering mengingatkan jajaran direksi mengenai berbagai kejanggalan dalam proses tender BBM, namun peringatannya seolah hanya angin lalu.
"Setiap saya tegur, mereka hanya menjawab, 'iya pak, iya pak,' tetapi tetap tidak mengindahkan," ujarnya dengan nada kesal.
Ahok merasa bahwa meskipun ia berada di posisi strategis sebagai Komisaris Utama sejak 25 November 2019 hingga 2 Februari 2024 namun kewenangannya tetap terbatas.
Ia tidak bisa langsung memberhentikan atau mengangkat pejabat di anak perusahaan Pertamina, karena keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan Menteri BUMN.
Situasi inilah yang menurutnya menjadi salah satu kendala utama dalam upayanya untuk membenahi tata kelola di tubuh Pertamina.
8. Ahok mengakui sebagai orang yang ditakuti saat awal masuk Pertamina
Ahok mengungkap bahwa saat pertama kali bergabung ke Pertamina, banyak pihak yang merasa waswas karena menganggapnya sebagai orang dekat Presiden Joko Widodo.
Namun, seiring waktu, ketika ia mulai bersikap tegas dan berupaya melakukan reformasi di tubuh Pertamina, justru aksesnya ke Presiden semakin dipersulit.
"Saat saya masuk, banyak yang takut karena menganggap saya orang dekat Presiden. Tapi begitu saya mulai keras membenahi Pertamina, saya malah semakin sulit bertemu Presiden," ujarnya dengan nada kecewa.
Lebih lanjut, Ahok juga mengungkap bahwa awalnya ia dijanjikan posisi sebagai Direktur Utama Pertamina, sebuah jabatan strategis dengan kewenangan penuh dalam mengambil keputusan.
Namun, pada kenyataannya, ia hanya ditempatkan sebagai Komisaris Utama dengan ruang gerak terbatas yang hanya berfokus pada fungsi pengawasan.
Demikian 8 delapan omongan dan sikap Ahok yang kontroversial mengenai BUMN Pertamina.
Tag
Berita Terkait
-
Jejak Digital Reaksi Gusar Mertua Pratama Arhan ke Ahok Terkait Kasus Korupsi Pertamina, Kena Sentilan Nyelekit
-
Cek Fakta: Tautan Kompensasi Rp1,5 Juta Bagi Korban "Blending" BBM
-
Penuhi Panggilan, Ahok Bawa Dokumen Penting Semasa jadi Komut Pertamina: Saya Senang Bantu Kejagung
-
Dipanggil Kejagung soal Perkara Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak Pertamina, Ahok Ngaku Besok Bakal Hadir
-
Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Pertamina Seret 9 Tersangka, Ahok Diperiksa Kejagung Besok
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!
-
Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR
-
Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!
-
Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!
-
Mengurai Benang Kusut Gagal Bayar Gaji PPPK: Apakah Dana APBN Bisa Jadi Solusi?