Suara.com - Dalam sebuah sesi pleno Parlemen Eropa yang berlangsung pada Selasa (11/3/2025), Menteri Polandia untuk Urusan Uni Eropa, Adam Szlapka, menjadi sorotan setelah dimarahi secara langsung oleh anggota parlemen Belgia, Marc Botenga.
Insiden ini terjadi ketika Szlapka tertawa dan bercanda selama diskusi mengenai situasi kemanusiaan yang memburuk di Gaza akibat blokade bantuan oleh Israel.
Dalam potongan video yang diunggah oleh Botenga di akun X-nya pada Jumat (14/3/2025), terlihat momen ketika Botenga menghentikan pembicaraannya dan mengarahkan tatapannya kepada Szlapka.
Dengan nada suara yang meninggi, Botenga menegur Szlapka karena dianggap tidak menghormati pembahasan yang serius terkait penderitaan rakyat Palestina.
"Anda tertawa di sini saat kita mendiskusikan kematian warga Palestina, mereka yang kelaparan. Dan Anda di sini tertawa dan bercanda. Ini tidak lucu!" seru Botenga dengan tegas dari video yang diunggahnya di Twitter.
Menurutnya, sikap seperti itu menunjukkan ketidakpedulian terhadap krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza.
Dalam cuitannya, Botenga menulis, "Selama debat tentang situasi kemanusiaan di Gaza di Parlemen Eropa, Menteri @adamSzlapka, yang mewakili Dewan Uni Eropa, bercanda dan tertawa. Beberapa kali. Betapa penghinaan terhadap nyawa rakyat Palestina. Ini menunjukkan keterlibatan Eropa dalam kejahatan Israel."
Ia juga menambahkan, "Orang Palestina adalah manusia. Anda harus malu!"
Kemarahan Botenga disebabkan oleh blokade yang dilakukan oleh Israel terhadap Gaza, yang telah menghentikan seluruh bantuan kemanusiaan, makanan, bahkan aliran listrik.
Baca Juga: Hamas Siap Bebaskan Sandera Israel-Amerika dalam Perundingan Gencatan Senjata Gaza
Tanpa listrik, proses desalinasi air tidak dapat dilakukan, menyebabkan warga Gaza kekurangan air layak minum. "Kenapa situasinya memburuk? Karena Israel memblokade semua bantuan kemanusiaan, semua makanan bahkan listrik. Dan apa artinya? Tanpa listrik, tidak ada desalinasi air, jadi tidak ada air layak minum. Jadi masyarakat, anak-anak tidak punya air layak minum dan Anda tertawa? Bagaimana itu mungkin, Pak Menteri?" ujar Botenga dengan nada geram.
Botenga juga memperingatkan bahwa tindakan seperti ini akan berdampak buruk terhadap kredibilitas Uni Eropa dalam menyikapi krisis kemanusiaan.'\
"Ini harus dihentikan karena akan ada harga yang harus dibayar. Saya bersumpah," tegasnya.
Insiden ini telah memicu berbagai reaksi dari politisi dan masyarakat yang menilai bahwa sikap Adam Szlapka tidak pantas, terutama dalam pembahasan isu kemanusiaan yang sangat sensitif.
Blokade Israel terhadap Gaza sendiri merupakan bagian dari upaya menekan Hamas untuk menyetujui perpanjangan gencatan senjata selama Ramadan dan Paskah.
Namun, langkah tersebut telah memperburuk kondisi kehidupan masyarakat Gaza yang semakin tercekik oleh krisis pangan dan kekurangan air bersih.
Berita Terkait
-
Hamas Siap Bebaskan Sandera Israel-Amerika dalam Perundingan Gencatan Senjata Gaza
-
AS dan Israel Bahas Pemindahan Warga Palestina ke Afrika Timur, Sudan Menolak
-
Trump Tegaskan Tak Ada yang Akan Diusir dari Gaza, tapi Sebut Schumer "Palestina"
-
Gawat! ICJ Umumkan Sidang Terbuka soal Kewajiban Israel Atas Palestina, Apa Artinya?
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi