Suara.com - Pemerintah Yaman yang sah menuduh milisi Houthi yang didukung Iran menyeret rakyat ke dalam perang "sembrono" yang tidak dapat dilancarkan oleh para militan.
Dalam pernyataan resmi pertama oleh pemerintah sejak Presiden AS Donald Trump melancarkan serangan udara untuk mencegah Houthi menyerang kapal-kapal militer dan komersial di Laut Merah, Wakil Menteri Luar Negeri Mustafa Numan mengatakan milisi tersebut mempercayai delusi mereka sendiri bahwa mereka dapat menghadapi seluruh dunia.
"Sebaliknya, mereka telah membawa malapetaka bagi negara kita dan orang-orang yang tidak bersalah," keluhnya kepada Asharq Al-Awsat.
Ia mengingat konsesi yang telah dibuat pemerintahnya untuk mengakhiri perang dan bergerak maju menuju perdamaian. Namun, Houthi menolak semua upaya ini, "menghentikan dan menolak upaya Saudi untuk mengakhiri perang."
"Houthi telah melewati semua garis merah dan dengan berani menentang masyarakat internasional dengan mempromosikan slogan-slogan menarik yang pada dasarnya tidak berguna," kata Numan.
Amerika Serikat dan Houthi sama-sama bersumpah untuk meningkatkan eskalasi setelah AS melancarkan serangan udaranya. Kedua belah pihak tampak terprovokasi dengan manufer yang terjadi selama beberapa hari terakhir ini.
Kementerian Kesehatan yang dipimpin Houthi mengatakan serangan AS semalam menewaskan sedikitnya 53 orang, termasuk lima wanita dan dua anak-anak, dan melukai hampir 100 orang di ibu kota Sanaa dan provinsi-provinsi lain, termasuk provinsi utara Saada, benteng Houthi.
Trump pada hari Sabtu berjanji untuk menggunakan "kekuatan mematikan yang luar biasa" sampai Houthi menghentikan serangan mereka, dan memperingatkan bahwa Teheran akan dimintai "pertanggungjawaban penuh" atas tindakan mereka.
Houthi telah berulang kali menargetkan pelayaran internasional di Laut Merah, menenggelamkan dua kapal, dalam apa yang mereka sebut sebagai tindakan solidaritas dengan Palestina di Gaza, tempat Israel berperang dengan Hamas, sekutu Iran lainnya.
Baca Juga: Pemimpin Parpol di Greenland Bersatu Lawan Trump, Komitmen Kedaulatan Ditegaskan
Serangan itu berhenti ketika gencatan senjata Israel-Hamas berlaku pada bulan Januari, sehari sebelum Trump menjabat, tetapi minggu lalu Houthi mengatakan mereka akan memperbarui serangan terhadap kapal-kapal Israel setelah Israel menghentikan aliran bantuan kemanusiaan ke Gaza bulan ini.
Tidak ada serangan Houthi yang dilaporkan sejak saat itu.
Kelompok Houthi pada hari Minggu mengklaim telah menargetkan kelompok penyerang kapal induk USS Harry S. Truman dengan rudal dan pesawat nirawak.
Peneliti politik dan akademisi Fares al-Beel mengatakan serangan tersebut menandai perubahan strategi Amerika terhadap kelompok bersenjata, khususnya yang bersekutu dengan Iran.
Ia mengatakan kepada Asharq Al-Awsat bahwa pemerintah AS mungkin akan mengambil tindakan yang lebih tegas terhadap kelompok Houthi.
"Serangan tersebut merupakan awal dari penargetan tidak langsung terhadap Iran dan upaya untuk melucuti rezim Iran dari proksi yang tersisa di kawasan tersebut," tambahnya.
Berita Terkait
-
Yaman Bersumpah Balas Dendam "Menyakitkan" Usai Serangan AS yang Tewaskan Puluhan Warga Sipil
-
Yaman Bersumpah Balas Dendam "Menyakitkan" Usai Serangan AS yang Tewaskan Puluhan Warga Sipil
-
Mengapa Trump Bekukan Voice of America: 1.300 Pekerja Diperintah Ambil Cuti
-
PHK Massal di VOA: Kontraktor Terancam Deportasi, Misi Kebebasan Pers Hancur?
-
Pemimpin Parpol di Greenland Bersatu Lawan Trump, Komitmen Kedaulatan Ditegaskan
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Imigrasi Catat PNBP Rp6,54 Triliun hingga Agustus 2026, Naik 6,68 Persen
-
Prabowo Rombak Buku Pelajaran karena Font Kekecilan, Dewan Pendidikan DIY Sebut Tak Urgen
-
Dibuka Kesempatan Buat Mahasiswa Belajar Fashion Langsung di Kota Mode Dunia
-
9 Ide Lomba Estafet Kelompok 17 Agustus untuk Melatih Kekompakan Tim
-
4 Rekomendasi Mesin Cuci Portable, Cocok untuk Kos dan Rumah Minimalis
-
Nggak Perlu Repot Bawa Cash, Fitur Andalan BRI Ini Bikin Belanja Jadi Kilat
-
Terus Dipacu! Begini 20 Persen Penampakan Stadion Sudiang Makassar
-
Penjualan Mobil Nasional Juli 2026 Meningkat, Dominasi Mobil China Kian Nyata
-
2 Anggota KPK Gadungan Tipu dan Sekap Lansia di Serpong
-
Kemarau Panjang Ubah Wajah Situ Gede, Air Menyusut Pemandangan Tak Biasa Ini Viral