Semboyan dan Ikrar Pemuda Pancasila
Sebagai bagian dari identitasnya, Pemuda Pancasila memiliki semboyan “Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang”, yang mencerminkan semangat pantang menyerah dalam menghadapi perubahan zaman, dinamika politik, dan sistem pemerintahan yang terus berkembang.
Berikut ikrar Pemuda Pancasila adalah sebagai berikut:
- Bertanah Air satu, Tanah Air Indonesia
- Berbangsa satu, Bangsa Indonesia
- Berbahasa satu, Bahasa Indonesia
- Berideologi satu, Ideologi Pancasila
Saat ini, Pemuda Pancasila dipimpin oleh Japto Soerjosoemarno, yang merupakan putra dari Mayor Jenderal Soerjosoemarno, yang baru-baru ini rumahnya juga digelah oleh Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK).
Kontroversi Ormas dan Premanisme
Sebelumnya, diberitakan Suara.com, sebuah pabrik diduga disegel oleh organisasi masyarakat Pemuda Pancasila (PP) karena menolak membayar setoran atau tunjangan hari raya (THR).
Video aksi penyegelan ini viral di media sosial dan memicu perdebatan terkait pengaruh ormas terhadap iklim investasi di Indonesia.
"Karena tidak mau bayar uang keamanan atau THR, akhirnya pabrik disegel oleh ormas Pemuda Pancasila. Selama negara masih memelihara ormas seperti ini, jangan harap investor berani buka pabrik di Indonesia," tulis akun di platform X yang membagikan video insiden tersebut.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Pemuda Pancasila terkait peristiwa penyegelan pabrik tersebut.
Ormas Pemuda Pancasila kerap dikaitkan dengan berbagai insiden yang memicu kontroversi.
Sebelumnya, Pemuda Pancasila pernah terlibat bentrokan dengan Forum Betawi Rempug (FBR) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tahun 2021 silam.
Kemudian, rumah Ketua Majelis Pimpinan Nasional PP, Japto Soerjosoemarno, sempat digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Februari 2025 terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.
Gangguan ormas terhadap industri bukan kasus baru di negeri ini. Bahkan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa premanisme ormas telah menyebabkan hilangnya investasi senilai ratusan triliun rupiah.
Himpunan Kawasan Industri (HKI) juga mengeluhkan dampak negatif aksi ormas yang kerap masuk ke kawasan industri dan melakukan unjuk rasa.
Ketua Umum HKI, Sanny Iskandar, menyatakan bahwa aksi premanisme ini berkontribusi terhadap perlambatan ekonomi.
Menurutnya, ormas sering kali meminta untuk dilibatkan dalam operasional industri, seperti penyediaan transportasi, katering, hingga proyek pembangunan pabrik.
"Ormas ini ingin mendapatkan bagian dari setiap aktivitas industri, termasuk dalam proses ekspansi dan penyediaan kebutuhan pabrik," ujar Sanny.
Beberapa investor dikabarkan telah mengajukan surat langsung kepada Presiden Prabowo Subianto untuk meminta jaminan keamanan.
Mereka mengkhawatirkan tindakan ormas yang menyegel pabrik, menghalangi keluar-masuknya barang dan bahan baku, serta mengganggu jalannya produksi.
Salah satu contoh aksi ormas terhadap industri pernah terjadi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tahun 2021 lalu.
Kala itu, iring-iringan ratusan kendaraan milik kelompok ormas memenuhi area jalan mulai dari Delta Mas hingga Kawasan Industri Greenland International Industrial Center (GIIC) untuk melakukan orasi. Kejadian ini menghambat aktivitas pabrik dan menimbulkan keresahan di kalangan pengusaha.
Berita Terkait
-
Aset Ketum Pemuda Pancasila Disita KPK, Diduga Berkaitan dengan Gratifikasi Korupsi Batu Bara
-
Kasus IUP Tambang Kukar: KPK Cecar Rita Widyasari, Ketum PP Japto Soerjosoemarno Mendadak Sakit
-
KPK Endus Aliran Uang Berjenjang ke Pemuda Pancasila di Kasus Tambang Rita Widyasari
-
KPK Telusuri Aliran Gratifikasi Rita Widyasari, Periksa Japto Soerjosoemarno
-
Ini Alasan KPK Periksa Ketum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Percepat Pembangunan Huntap, Kasatgas Tito Dukung Penggunaan Dana Siap Pakai BNPB
-
'Saya Malu', Pengakuan Gus Irfan soal Kondisi NU Jelang Muktamar 2026
-
Rapor Merah 80 Tahun Polri: Berkhidmat pada Kekuasaan, Bukan Rakyat
-
Bukan Negara Vigilante: Mengapa Penyekapan Karyawan di Senen Berlangsung 21 Hari Tanpa Terdeteksi?
-
Lagu Bupati Purwakarta Dinilai Bias Gender, Partai Diminta Beri Teguran
-
Jakbar Darurat Judol, 89 Ribu Warga Setor Rp600 Miliar ke Bandar
-
Momen Hangat di Istana, Presiden Belarus Hadiahi Prabowo Pena Emas
-
Skandal Korupsi MBG: Kejagung Ungkap Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Proyek Motor BGN
-
Pendapatan Ojol Turun Usai Skema 8 Persen, DPR Minta Tarif Diatur
-
Flyover Latumenten Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026, Bakal Urai Kemacetan Grogol Hingga Slipi