Suara.com - Kepala Shin Bet, badan intelijen domestik Israel, dipecat pada hari Jumat, beberapa hari setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan dia tidak lagi mempercayainya, dan dampak dari laporan tentang serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober 2023.
"Pemerintah dengan suara bulat menyetujui usulan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mengakhiri masa jabatan Direktur ISA Ronen Bar," kata sebuah pernyataan.
Dia akan meninggalkan jabatannya saat penggantinya ditunjuk atau paling lambat pada tanggal 10 April, kata pernyataan itu.
Netanyahu pada hari Minggu mengutip "kurangnya kepercayaan yang berkelanjutan" sebagai alasan untuk memberhentikan Bar, yang bergabung dengan badan tersebut pada tahun 1993.
Bar, yang seharusnya mengakhiri masa jabatannya tahun depan, diangkat menjadi kepala Shin Bet pada bulan Oktober 2021 oleh pemerintah Israel sebelumnya yang sempat memaksa Netanyahu turun dari kekuasaan antara bulan Juni 2021 dan Desember 2022.
Hubungannya dengan Netanyahu tegang bahkan sebelum serangan Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya pada bulan Oktober yang memicu perang di Gaza, terutama karena usulan reformasi peradilan yang telah memecah belah negara tersebut.
Hubungan memburuk setelah laporan internal Shin Bet tentang serangan Hamas dirilis pada tanggal 4 Maret.
Laporan tersebut mengakui kegagalan badan tersebut dalam mencegah serangan, tetapi juga mengatakan "kebijakan yang tenang telah memungkinkan Hamas melakukan peningkatan militer besar-besaran".
Bar telah mengisyaratkan bahwa ia akan mengundurkan diri sebelum akhir masa jabatannya, dan bertanggung jawab atas kegagalan badan tersebut untuk mencegah serangan tersebut.
Baca Juga: Korban Gaza Tembus 700 Jiwa dalam Semalam! Hamas Desak Tindakan Liga Arab dan OKI
Motif rahasia
Pemecatan Bar memicu kemarahan oposisi dan menyebabkan demonstrasi yang menuduh Netanyahu mengancam demokrasi.
Beberapa ribu orang menerjang cuaca buruk pada Kamis malam untuk berdemonstrasi di luar kediaman pribadi Netanyahu di Yerusalem dan kemudian di parlemen Israel, tempat para menteri sedang bertemu.
Dalam surat yang dipublikasikan pada Kamis, Bar mengatakan argumen Netanyahu adalah "tuduhan umum yang tidak berdasar yang tampaknya menyembunyikan motivasi di balik keputusan untuk mengakhiri (tugasnya)".
Ia menulis motif sebenarnya didasarkan pada "kepentingan pribadi" dan dimaksudkan untuk "mencegah penyelidikan atas peristiwa menjelang 7 Oktober dan masalah serius lainnya" yang sedang diselidiki oleh Shin Bet.
Ia merujuk pada "penyelidikan yang rumit, luas, dan sangat sensitif" yang melibatkan orang-orang yang dekat dengan Netanyahu yang diduga menerima uang dari Qatar, sebuah kasus yang dijuluki "Qatargate" oleh media.
Berita Terkait
-
Hamas Balas Dendam: Roket Hantam Tel Aviv! Israel Tingkatkan Serangan di Gaza
-
Korban Berjatuhan Saat Tidur, Israel Blokade dan Bombardir Gaza Utara
-
UNRWA Berduka: 5 Staf Tewas dalam Serangan Israel di Gaza, Total Korban Meningkat Drastis
-
PFLP: AS Beri 'Lampu Hijau' Israel Bantai Gaza!
-
Korban Gaza Tembus 700 Jiwa dalam Semalam! Hamas Desak Tindakan Liga Arab dan OKI
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!