Perang tersebut dipicu oleh serangan kelompok tersebut pada tanggal 7 Oktober 2023 terhadap Israel, yang mengakibatkan kematian 1.218 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka resmi.
Serangan militer balasan Israel telah menewaskan sedikitnya 50.021 orang di Gaza, sebagian besar warga sipil, menurut kementerian kesehatan.
Protes warga Israel
Para pengunjuk rasa Israel kembali turun ke jalan di beberapa kota, termasuk Tel Aviv dan al-Quds, untuk mengekspresikan kemarahan mereka kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu karena memulai kembali perang di Jalur Gaza yang terkepung.
Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan menentang Netanyahu dan koalisi yang berkuasa pada hari Rabu, menuduh mereka mengorbankan tahanan Israel yang tersisa dengan gelombang serangan udara baru alih-alih melibatkan Hamas dalam tahap kedua negosiasi gencatan senjata.
Dimulainya kembali perang semakin menunjukkan bahwa Netanyahu "tidak peduli dengan para tahanan" di Gaza, yang seharusnya dibebaskan berdasarkan kesepakatan gencatan senjata. Seorang pengunjuk rasa membawa spanduk di luar Knesset bertuliskan, "Masa depan koalisi atau masa depan Israel."
Harian berbahasa Ibrani Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa polisi bentrok dengan pengunjuk rasa di al-Quds, dengan klip video yang memperlihatkan petugas menyeret dan memukuli beberapa dari mereka.
Kelompok yang mewakili tahanan yang saat ini atau sebelumnya ditahan di Gaza mengeluarkan pernyataan yang menyerukan kesepakatan gencatan senjata segera dan menuduh Netanyahu menggunakan konflik untuk mempertahankan cengkeramannya pada kekuasaan.
Baca Juga: Israel Berulah Lagi di Gaza: Qatar Kecam Badan Penggusuran dan Perluasan Permukiman Ilegal
Berita Terkait
-
Sempat Diculik Israel, Sutradara No Other Land Hamdan Ballal Akhirnya Bebas
-
JK Umumkan Penghentian Pembangunan Masjid di Gaza: Gencatan Senjata Jadi Penghalang!
-
Profil Hamdan Ballal, Ini Kronologi Sutradara No Other Land Diserang-Diculik Israel
-
Korban Gaza Terus Berjatuhan: 23 Tewas, Krisis Kemanusiaan Makin Parah
-
Israel Berulah Lagi di Gaza: Qatar Kecam Badan Penggusuran dan Perluasan Permukiman Ilegal
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir
-
Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital
-
Bekasi Darurat Mutilasi? Menelisik Pola Kejahatan Ekstrem di Balik Tragedi Serang Baru
-
Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus, Komnas HAM Desak TNI Buka Identitas Pelaku
-
Gedung DPR Gelap Gulita, Lampu dan AC Dimatikan demi Hemat Anggaran, Begini Penampakannya
-
Duduk Perkara Pengeroyokan Tersangka Pelecehan Seksual di Polda Metro Jaya, 4 Orang Ditangkap!
-
WFH Tiap Jumat Jadi Jurus Hemat Energi Indonesia, DPR: Ini Strategi Hadapi Krisis
-
Hikmahanto: Rencana Kirim Pasukan ke Gaza Harus Dikaji Ulang Usai 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
-
BI Sebut Temuan Uang Palsu Rp100 Ribu di Parung Berkualitas Rendah: Cukup Cek Pakai Metode 3D
-
Gelar Aksi, Pemuda Antikorupsi Desak KPK Segera Panggil Bos Agrinas Terkait Impor Mobil Pikap