Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengingatkan potensi pungutan liar yang dilakukan oknum kepada para pemudik di Jakarta. Ia pun meminta masyarakat untuk melapor jika mendapati adanya kejadian ini.
Pramono menegaskan bahwa setiap laporan pungli akan ditindaklanjuti dengan serius. Warga bisa melapor ke posko mudik terdekat atau lewat aplikasi Jakarta Kini (JAKI).
"Kalau ada pungli maka harus dilaporkan. Laporannya bisa setempat ataupun melalui aplikasi yang dimiliki oleh pemerintah Jakarta, yaitu di aplikasi sistem informasi pengaduan pungutan liar," ujar Pramono saat melepas keberangkatan mudik gratis di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (27/3/202.
"Atau melalui unit pemberantasan pungutan di setiap pos yang disiapkan oleh pemerintah Jakarta," ujar Pramono menambahkan.
Pramono menggarisbawahi bahwa ia sangat tegas dalam melarang adanya pungli dalam program mudik gratis yang diselenggarakan Pemprov DKI. Menurutnya, jika masalah pungli tidak segera ditangani, hal tersebut bisa menimbulkan masalah lain yang lebih besar.
Pemprov DKI juga telah membuka layanan pos pengaduan pungli di berbagai titik keberangkatan, seperti terminal, stasiun, hingga pelabuhan, untuk memudahkan warga yang menjadi korban pungli melapor.
"Sampai hari ini belum ada laporan. Toh kalau ada laporan, pasti akan kami tindaklanjuti," ungkap Pramono.
Mudik Gratis di Jakarta
Pemprov DKI sebelumnya memberangkatkan ratusan bus program mudik gratis menuju 20 kota dan kabupaten di enam provinsi di Pulau Jawa dan Sumatera. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap pemudik yang berpartisipasi dalam program mudik gratis ini dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan menuju kampung halaman.
Baca Juga: Tol Cipali Makin Padat, Polisi Berlakukan Contraflow Mulai Km 55
"Saya ingin berpesan, mudah-mudahan mudik ini bisa dinikmati, penjalanannya menyenangkan, aman, tertib, dan sebagainya. Juga, sampai di tempat tujuan. Jangan lupa selalu bersama-sama berdoa dan menjaga kerukunan," pesan Pramono.
Klaim Antusiasme Warga Tinggi soal Mudik Gratis
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa Pemprov DKI awalnya menyediakan 521 bus dengan total kapasitas 22.430 kursi, serta 20 unit truk untuk mengangkut 600 sepeda motor.
Bus-bus tersebut akan mengantarkan pemudik ke berbagai tujuan di Pulau Jawa dan Sumatera, antara lain Bandar Lampung, Palembang, Tasikmalaya, Kuningan, Tegal, Pekalongan, Semarang, Kebumen, Cilacap, Purwokerto, Solo, Wonogiri, Wonosobo, Seragen, Yogyakarta, Madiun, Kediri, Jombang, Malang, dan Sidoarjo.
"Kendaraan truk pengangkut sepeda motor telah diberangkatkan dari Terminal Pulogadung pada 26 Maret kemarin, dan hari ini akan diberangkatkan para pemudik ke 20 kota," kata Syafrin Liputo.
Syafrin juga mengungkapkan bahwa arus balik mudik akan dimulai pada 5 April untuk sepeda motor, dan 6 April untuk pemudik yang akan diberangkatkan dari terminal di masing-masing kota tujuan.
Dia pun mengeklaim jika inat masyarakat terhadap mudik gratis ini cukup tinggi, terbukti dengan kuota yang langsung penuh hanya dalam waktu satu hari. Oleh karena itu, Pemprov DKI menambah jumlah bus dengan dukungan dari BUMD, swasta, hingga Baznas Baziz DKI Jakarta.
"Maka, total bus yang akan diberangkatkan pada pelaksanaan mudik dan balik gratis tahun ini berjumlah 552 bus dengan target kuota sebesar 23.779 peserta," beber Syafrin.
Berdasarkan hasil verifikasi, jumlah peserta mudik balik DKI Jakarta tahun 2025 mengalami peningkatan 11 persen dari target awal, menjadi 26.392 orang.
Berita Terkait
-
Lepas Mudik Gratis, Kelakar Pramono Ingin Ikutan: Coba Kalau Saya Bisa Pulang ke Kediri
-
Pemudik Diminta Waspada Kaki Bengkak saat Mudik Lebaran, Ikuti Tips Ampuh dari Pakar Vito
-
Dari Mudik Gratis Hingga Diskon Tarif Tol, Ini Cara Pemerintah Pastikan Arus Lalu Lintas Lancar
-
Cek Tarif Tol Jakarta-Surabaya untuk Mudik Lebaran 2025, Nggak Perlu Ribet
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
1.350 RTLH di Jakarta Barat Antre Program Bedah Rumah
-
Temui PM Singapura, Pramono Jual Potensi Investasi di Jakarta
-
Ingin Perkuat Komunikasi Publik, BGN Tunjuk Wakil Kepalanya Jadi Juru Bicara
-
Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya
-
Bongkar Modus Mi Instan Isi 5,2 Kg Ganja! Bareskrim Tangkap Pengedar Sugiono di Malang
-
Kata-kata Donald Trump soal Dana Rekontruksi Iran Pasca Perang Rp4.900 Triliun dari AS
-
Bobby Nasution Larang Keras ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Pakai Vape
-
Jokowi Resmi Berjaket PSI? Pengamat Sebut Bisa Jadi Ancaman Elektoral bagi PDIP
-
Bukan Sedotan, Penelitian Global Temukan Kemasan Makanan Jadi Penyumbang Utama Sampah Plastik Laut
-
Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak