Menurut laporan media setempat, sedikitnya 1.700 orang tewas, sementara 3.408 lainnya mengalami luka-luka akibat reruntuhan bangunan dan guncangan kuat yang merusak berbagai wilayah.
Otoritas setempat memperingatkan bahwa angka ini kemungkinan masih akan bertambah, mengingat puluhan korban lainnya masih dinyatakan hilang dan tim penyelamat masih berupaya menjangkau daerah-daerah terdampak yang sulit diakses.
Dengan infrastruktur yang rusak parah, banyak warga yang terjebak di bawah puing-puing tanpa akses cepat terhadap bantuan medis dan penyelamatan.
Di tengah situasi darurat ini, Pemerintahan Persatuan Nasional (NUG) mengumumkan bahwa mereka telah mengalokasikan dana hingga 1 juta dolar AS (sekitar Rp16,5 miliar) untuk mendukung operasi penyelamatan dan distribusi bantuan kemanusiaan.
Dana ini akan digunakan untuk menyediakan kebutuhan mendesak seperti obat-obatan, makanan, air bersih, dan tempat penampungan bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal.
Namun, upaya bantuan di Myanmar menghadapi tantangan besar, mengingat negara ini telah dilanda konflik berkepanjangan sejak kudeta militer pada Februari 2021.
Ketegangan politik dan konflik bersenjata yang terus berlanjut antara militer Myanmar, Tatmadaw, dan kelompok oposisi, termasuk kelompok etnis bersenjata serta Angkatan Pertahanan Rakyat (sayap militer NUG), semakin memperumit upaya kemanusiaan.
Di banyak wilayah, akses bantuan masih terbatas akibat blokade militer dan kondisi keamanan yang tidak stabil.
Meskipun NUG telah mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan guna memungkinkan operasi penyelamatan berjalan lancar, belum ada kepastian apakah junta militer akan mengambil langkah serupa atau tetap melanjutkan operasi militernya di berbagai wilayah konflik.
Baca Juga: Korban Tewas Gempa Myanmar Naik Jadi 1.700, Pusat Kremasi di Mandalay Sampai Kewalahan
Di tengah bencana yang melanda, Myanmar kini menghadapi ujian berat untuk menyeimbangkan upaya penyelamatan korban gempa dan pergolakan politik yang masih membara di seluruh negeri.
Tag
Berita Terkait
-
Korban Tewas Gempa Myanmar Naik Jadi 1.700, Pusat Kremasi di Mandalay Sampai Kewalahan
-
Lisa BLACKPINK Kirim Doa Usai Thailand Turut Diguncang Gempa Myanmar
-
Indonesia Gerak Cepat, Kirim Tim SAR dan Bantuan Medis ke Myanmar Pasca Gempa Dahsyat
-
Korban Gempa Myanmar Sentuh 1000 Jiwa Lebih, Kondisi Memprihatinkan
-
Gempa Myanmar, Korban Tewas Lebih dari 1.000 Orang, 2.300 Lainnya Luka-luka
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Usai Habisi Nyawa Anak Sendiri, Ibu di Pamekasan Dibawa ke RSJ
-
AI, Kreator, dan Livestream Jadi Senjata Baru Bisnis, Meta Bidik Pasar Asia Pasifik
-
Alasan Dibalik Pemberhentian Sementara Direktur Niaga Garuda Indonesia
-
Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!
-
Update Harga HP Lipat dari Berbagai Merek, Mana Paling Murah dan Worth It?
-
SeaBank Bukukan Laba Rp749,26 Miliar pada Semester I 2026, Apa Pendorongnya?
-
Perpres Ojol Ditargetkan Terbit Akhir Agustus atau Awal September
-
Museum Nasional Jadi Playground Kreator, AI dan Teknologi Buka Jalan Cuan dari Karya Digital
-
Pengamat Sebut 2029 Jadi Penentu Nasib Dinasti Politik Jokowi: Kalau PSI Gagal, Wassalam!
-
Pertamina Pastikan Pasokan BBM NTT Aman Usai Gempa, 11 Truk Tangki Dikirim via Kapal Feri