- Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menilai revisi UU Sisdiknas penting untuk melestarikan nilai budaya.
- Revisi UU Sisdiknas bertujuan mengintegrasikan warisan leluhur agar terus hidup seiring perubahan zaman di Indonesia.
- Fikri menyampaikan hal ini saat menghadiri Semarak Budaya 2025 di Tegal, menekankan peran kebudayaan bagi jati diri bangsa.
Suara.com - Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menilai revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) menjadi langkah penting untuk menjaga kelestarian nilai-nilai budaya melalui jalur pendidikan formal.
“Saat ini, Komisi X DPR RI sedang intensif mendiskusikan revisi Undang-Undang Sisdiknas. Langkah ini diambil untuk memastikan integrasi nilai-nilai budaya tetap terjaga dan menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan, meskipun lembaga kementeriannya saat ini sudah berdiri sendiri,” kata Fikri di Jakarta, Jumat (2/1/2026), dikutip dari ANTARA.
Ia menjelaskan, dengan memasukkan nilai budaya ke dalam sistem pendidikan, warisan leluhur tidak hanya berfungsi sebagai pengingat masa lalu, tetapi dapat terus hidup dan berkembang seiring perubahan zaman.
Fikri berharap kebudayaan Indonesia tidak berhenti sebagai tontonan musiman atau sekadar pelengkap acara seremonial, melainkan benar-benar menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Menurutnya, nilai-nilai ketimuran dan spiritualitas yang terkandung dalam budaya bangsa perlu terus dijiwai agar tidak bertentangan dengan norma yang berlaku di masyarakat.
Pandangan tersebut disampaikan Fikri saat menghadiri Semarak Budaya 2025 bertajuk Pagelaran Musik Keroncong di Gedung Rakyat, Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai wujud kemitraan strategis antara Komisi X DPR RI dan Kementerian Kebudayaan dalam memperkuat jati diri bangsa di tengah derasnya arus budaya global.
Dalam perhelatan itu, puluhan kelompok musik keroncong tampil membawakan aransemen konvensional hingga kolaborasi modern yang disesuaikan dengan selera generasi muda. Lagu-lagu legendaris seperti Bengawan Solo dan Gambang Semarang menggema berdampingan dengan lagu-lagu kekinian yang dibalut nuansa keroncong khas.
Selain pertunjukan musik, pengunjung juga disuguhi pameran keris yang memperkaya ragam ekspresi budaya yang ditampilkan kepada masyarakat Tegal.
Fikri menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut, terlebih di tengah transformasi struktur pemerintahan yang kini menempatkan Kementerian Kebudayaan sebagai lembaga mandiri. Ia menjelaskan, kementerian yang sebelumnya berada dalam satu payung kini terbagi menjadi tiga, yakni Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Menurut Fikri, perubahan struktur tersebut harus menjadi momentum untuk memberikan perhatian yang lebih serius terhadap sektor kebudayaan nasional. Legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah IX itu menekankan bahwa kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kemampuan masyarakat dalam menghargai dan merawat akar budayanya sendiri.
Baca Juga: 85 Persen Sekolah Terdampak Banjir di Sumatra Sudah Bisa Digunakan, Sisanya Masih Dibersihkan
“Melalui pagelaran seperti ini, kami berharap identitas unik budaya Indonesia tetap tegak berdiri dan menjadi kebanggaan bagi seluruh elemen masyarakat dalam merawat warisan leluhur demi masa depan bangsa yang berkarakter,” tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Dalam Open House, Gubernur DKI Jakarta Janji Carikan Lahan Tambahan untuk Sekolah Rakyat
-
Teringat Masa Lalu, Gubernur DKI Jakarta Terharu Saat Hadiri Open House Sekolah Rakyat
-
Jelang MPLS, Gus Ipul Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Siap Hadapi Fase Krusial
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time