Suara.com - Perkembangan industri nikel global beberapa tahun belakangan berputar sangat dinamis. Tidak hanya soal produksi dan bisnis. Namun juga aspek implementasi pertambangan berkelanjutan yang menjadi keharusan. Hal itu pula yang menjadi prioritas dan komitmen PT Trimegah Bangun Persada Tbk (Harita Nickel) sebagai perusahaan tambang dan pengolahan nikel yang berada di Pulau Obi, Maluku Utara.
Komitmen pada praktik pertambangan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, masyarakat dan tata kelolanya. Wujud tersebut tercermin pada upaya perusahaan dalam pelaksanaan reklamasi lahan bekas tambang sepanjang tahun 2024 dan merevitalisasi nursery (pusat pembibitan tanaman) menjadi lebih modern. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan kualitas bibit yang akan ditanam di lahan bekas tambang tetap terjaga.
Nursery yang bernama Loji Central Nursery itu telah beroperasi penuh sejak Januari 2025 dan memiliki kapasitas sebesar 300.000 bibit. Pemilihan jenis tanaman reklamasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi alam Pulau Obi dan daya dukung ekosistem lokal, jauh dari sekadar penanaman massal tanpa target ekologis.
Kegiatan reklamasi lahan bekas tambang yang dilakukan di pulau ini bukan lagi sekadar pemenuhan kewajiban regulasi semata, melainkan telah berevolusi menjadi sebuah program terencana dan berkelanjutan yang berakar kuat pada karakteristik ekosistem lokal.
"Reklamasi bukan sekadar pemenuhan kewajiban bagi perusahaan, melainkan wujud tanggung jawab ekologis jangka panjang. Setiap tahapan reklamasi kami rancang dengan mempertimbangkan kondisi ekosistem Pulau Obi, agar pemulihan lingkungan dapat berjalan berkelanjutan,” ujar Retno Dewi Handayani S, Environmental & Green Mining Manager Harita Nickel.
Harita Nickel secara aktif dan terukur menerapkan program reklamasi yang bertujuan memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat. Filosofi inti Harita Nickel tertuang dalam tema laporan Menyatu dengan Masyarakat, Berdampak Nyata. Tema ini bukan hanya sekadar slogan, tetapi mencerminkan komitmen bahwa keberhasilan sejati perusahaan diukur dari seberapa besar dampak positif yang dapat diberikan bagi kehidupan masyarakat sekitar. Dalam konteks lingkungan, komitmen ini diwujudkan melalui strategi yang dinamakan Strategically Green: A Roadmap to Responsible Mining.
Inovasi Reklamasi
Implementasi reklamasi Harita Nickel di Pulau Obi bersifat inovatif. Salah satu wujudnya adalah pemanfaatan slag nikel yang merupakan sisa hasil pengolahan (SHP) yang dimanfaatkan menjadi material konstruksi, seperti batako, dan lain-lain dibuktikan dapat digunakan sebagai media tanam.
Bukti komitmen Harita Nickel terhadap pengelolaan SHP ini mendapat apresiasi internasional berupa penghargaan perusahaan nikel pertama yang memperoleh Green Innovation Award di ACES 2025.
Baca Juga: Reklamasi: Saat Kewajiban Hukum Bertransformasi Menjadi Komitmen Pemulihan Ekosistem
Salah satu staf Harita Nickel melakukan penelitian ilmiah tentang pemanfaatan slag nikel sebagai pembenah tanah. Hasil penelitian ini kemudian diimplementasikan sebagai uji coba skala lapangan di lahan bekas tambang.
Uji coba ini menggunakan berbagai jenis tanaman yang dipilih secara spesifik, termasuk spesies lokal dan pionir yang sesuai dengan kondisi tanah lahan bekas tambang dan ekosistem Obi, seperti:
Pohon Hutan: Alexandrian laurel- Bintangur- Calophyllum inophllum (B), Australian pine- Cemara- Casuarina equisetifolia L (C), Red jabon- Jabon Merah-Anthocephalus macrophyllus (J), Cajuput- Kayu Putih- Melaleuca leucadendron ((K), Jeungjing- Sengon- Falcataria moluccana (S).
Tanaman Penutup Tanah (Cover Crops): Calopo- Kalopo- Colopogonium Mucunoides (CM), Centro beans- Kacang centro- Centrosema Pubescenes (CP), Mucuna- Kacang mucuna- Mucuna bracteata (MU), Bede grass- Rumput Bede- Brachiaria decumbens (RB), Citronella Sereh Wangi- Cymbopogon nardus (SW).
Hasil uji coba ini menunjukkan secara umum rata-rata persen hidup tanaman baik pohon maupun cover crop pada media tanam dengan slag nikel sebesar 90%.
"Inovasi pemanfaatan slag nikel sebagai media tanam pada kegiatan reklamasi di pertambangan nikel menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan slag nikel yang mendukung circular economy," ujar Retno Dewi Handayani S, Environmental & Green Mining Manager Harita Nickel.
Berita Terkait
-
Reklamasi: Saat Kewajiban Hukum Bertransformasi Menjadi Komitmen Pemulihan Ekosistem
-
MIND ID Kirim 3 Truk Obat-obatan ke Aceh dan Sumatera untuk Jaga Kesehatan Warga Terdampak Banjir
-
Sinergi Gerak Cepat Hadapi Bencana Sumatera, MIND ID Bersama Danantara Bantu Wilayah Terdampak
-
Masalah Lingkungan Jadi PR, Pemerintah Segera Tertibkan Izin Kawasan Hutan hingga Pertambangan
-
Energi Terbarukan Mulai Masuk Sektor Tambang dan Perkebunan
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
Terkini
-
Mendagri Minta Kepala Daerah Optimalkan Peran Keuchik Percepat Pendataan Kerusakan Hunian Pascabenca
-
Pintu Air Pasar Ikan Siaga 1, Warga Pesisir Jakarta Diminta Waspada Banjir Rob
-
Jakarta Diprediksi Hujan Sepanjang Hari Ini, Terutama Bagian Selatan dan Timur
-
Revisi UU Sisdiknas Digodok, DPR Tekankan Integrasi Nilai Budaya dalam Pendidikan
-
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!