- Tidak makan dan minum di area masjid
- Tidak tidur di area masjid
- Membawa plastik untuk menyimpan sepatu/sandal
- Tidak menginjak rumput
- Tidak berenang di kolam
- Tidak merusak fasilitas masjid
- Membuang sampah pada tempatnya
- Mengawasi barang pribadi dan anak-anak saat berkunjung
Dedi Mulyadi Ungkap Masjid Raya Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman
Pembangunan Masjid Raya Al Jabbar di Bandung kembali menjadi sorotan setelah Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, mengungkap sumber dana proyek tersebut.
Dalam unggahan di media sosial, Dedi menyebut bahwa masjid megah yang dibangun pada era Ridwan Kamil ini dibiayai melalui dana pinjaman dalam jumlah besar.
Dedi dan tim transisi Pemprov Jabar mengungkap bahwa proyek masjid yang berdiri di lahan 25,99 hektare ini menelan anggaran hingga Rp1,2 triliun.
Paling mengejutkan, sebagian besar dana berasal dari pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang totalnya mencapai Rp 3,4 triliun dan dibagi dalam dua termin.
Pinjaman PEN ini dibagi menjadi dua tahap, dengan termin pertama sebesar Rp2,2 triliun yang kini memasuki tahun keempat masa cicilan. Sementara termin kedua senilai Rp1,2 triliun baru akan lunas pada tahun 2029.
Dalam unggahan akun Instagram @bandungunfold, Dedi Mulyadi mempertanyakan sumber dana pembangunan masjid tersebut. "Oh jadi Masjid Raya Al Jabbar itu dibangun dari dana pinjaman?" tanyanya, dikutip dari Suara.com.
Dengan skema cicilan saat ini, Pemprov Jabar harus membayar Rp566 miliar per tahun hingga 2028, sebelum menyelesaikan sisa cicilan terakhir sebesar Rp211 miliar pada 2029.
Tak hanya soal utang, Dedi Mulyadi juga mengungkap biaya pemeliharaan Masjid Raya Al Jabbar yang mencapai Rp42 miliar per tahun.
"Biaya pemeliharaan per tahunnya berapa?" tanya Dedi dalam video yang beredar.
Seorang pria dalam video tersebut menjawab bahwa biaya pemeliharaan masjid mencapai Rp42 miliar per tahun. Hal ini memunculkan diskusi di kalangan masyarakat terkait pengelolaan anggaran daerah di Jawa Barat.
Tag
Berita Terkait
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
Karangan Bunga Hitam Putih Dedi Mulyadi Jadi Sorotan di Balai Kota
-
Dedi Mulyadi Gandeng Mathlaul Anwar, Siapkan Beasiswa untuk 80 Ribu Siswa Menengah
-
Lantik ASN di Desa Terpencil, KDM Ingatkan Tugas Melayani Masyarakat hingga Pelosok
-
PPDB Jabar 2026 Kacau, Dedi Mulyadi Semprot Dinas Pendidikan: Seperti Ikan Gurame di Laut!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan