Padahal, kini SPBU Ciceri, Kota Serang, Banten itu tengah dalam pengawasan Pertamina karena diduga melakukan pengoplosan Pertamax atau menjual Pertamax oplosan.
Melansir Bantennews (Jaringan Suara.com), di lokaso SPBU Ciceri, Kota Serang, Banten tampak kendaraan bermesin diesel itu tengah mengisi bahan bakar di SPBU bernomor 34.421.13, yang sebelumnya telah disegel sejak 24 Maret 2025 lalu.
Mobil dinas dengan plat nomor polri atau mobil dinas polisi itu terlihat melakukan pengisian bahan bakar di area dispenser untuk jenis Pertamina Dex, Bio Solar, dan Dextlite.
Mobil berpelat dinas kepolisian 245xxx itu dilayani oleh petugas SPBU Ciceri Serang seperti biasa dalam kondisi mesin tetap menyala saat pengisian BBM.
SPBU itu sendiri tengah dalam pengawasan dan menunggu hasil uji laboratorium Pertamina Jakarta atas dugaan kasus pengoplosan Pertamax.
Usai pengisian, kendaraan tersebut melaju cepat menggunakan rotator ke Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, menuju akses Tol Serang Timur sekitar pukul 16.55 WIB.
Saat dimintai keterangan, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Didik Hariyanto menepis dugaan bahwa mobil tersebut berasal dari jajaran Polda Banten.
"Sepertinya untuk Polda Banten enggak ada no Pol tersebut," jawab Kabid Humas Polda Banten secara singkat.
Didik juga memastikan akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan status kepemilikan kendaraan tersebut. "Saya cek dulu ya," tutup Didik. (ANTARA)
Baca Juga: Mobil Dinas Polisi Diduga Isi Bensin di SPBU Ciceri yang Jual Pertamax Oplosan
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Mobil Dinas Polisi Diduga Isi Bensin di SPBU Ciceri yang Jual Pertamax Oplosan
-
Polda Banten Belum Kantongi Hasil Uji Lab Pertamax Oplosan di SPBU Ciceri Serang
-
Sejarah Banten, Arti Hingga Asal Usul di Baliknya, Cek Selengkapnya di Sini
-
Polda Banten Ungkap Manipulasi 13 Ton Takaran Minyakita di Rajeg Tangerang
-
Mako Polda Banten Kebakaran, Api Berkobar di Lantai 3
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
Terkini
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Klaim Sukses di Banyuwangi, Luhut Umumkan Digitalisasi Bansos Diperluas ke 40 Daerah
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
-
Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa
-
Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Diklaim Sukses, Angka Salah Sasaran Turun Drastis
-
Tak Sendiri, Habib Bahar Ternyata Tersangka Keempat Kasus Penganiayaan Banser!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Waspada Tren 'Whip Pink, Kepala BNN Singgung Risiko Kematian: Secara Regulasi Belum Masuk Narkotika