Suara.com - Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, ikut terkena imbas dari gangguan layanan Bank DKI yang sudah terjadi sejak menjelang Hari Raya Idul Fitri 31 Maret lalu.
Khoirudin mengaku kecewa lantaran sempat kesulitan untuk melakukan transfer dari rekening Bank DKI miliknya.
Saat itu, Bank DKI menutup sementara layanan transfer antarbank dan transaksi menggunakan QRIS. Karena tak bisa kirim uang, Khoirudin sampai meminta anaknya untuk menggantikan.
“Kecewa ya kecewalah. Saya gak bisa transfer. Akhirnya saya minta tolong anak saya untuk transfer," ujar Khoirudin dalam keterangannya, Rabu (9/4/2025).
Gangguan layanan Bank DKI, sambung dia, terjadi saat masyarakat sangat membutuhkan kemudahan transaksi. Terutama selama momentum mudik dan hari raya ketika nasabah ingin memakai uang untuk berbagai kebutuhan.
Karena itu, Khoirudin meminta Manajemen Bank DKI segera menyelesaikan persoalan itu.
“Kita berharap, setelah ketemu permasalahannya apa, bisa kita selesaikan dan tidak terjadi lagi,” ucap dia.
Menurut dia, mencari tahu penyebab dari terganggunya pelayanan hingga berhari-hari sangat penting. Mengingat, banyak masyarakat yang mengandalkan Bank DKI untuk segala jenis transaksi.
“Bukan menjadi siapa yang salah, tapi diselesaikan,” tandas Khoirudin.
Baca Juga: Revolusi Digital, Transfer Uang Ke Luar Negeri Lebih Cepat dan Sampai Tepat Waktu
Meskipun, Khoirudin mengakui bahwa terdapat kesalahan oleh Bank DKI karena telah merugikan nasabah. Di sisi lain, selama ini Bank DKI merupakan salah satu BUMD terbaik lantaran memberikan dividen terbesar ke Pemprov DKI.
Karena itu, Khoirudin mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing mengosongkan rekening di Bank DKI.
“Jangan ikuti ajakan untuk mengosongkan. Karena ini kan aset kita, aset Pemda, aset DKI. Iya, orang kadang ada salah. Ada kekurangan. Tapi jangan karena kekurangan itu gerakan mengosongkan rekeningn di Bank DKI,” pungkasnya.
Direktur IT Bank DKI Dicopot
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah mencopot Direktur IT Bank DKI, Amirul Wicaksono dari jabatannya sejak Selasa (8/4/2025). Tak hanya itu, Pramono juga meminta Divisi yang berkaitan dengan informasi dan teknologi (IT) untuk dirombak besar-besaran.
Langkah tegas diambil Pramono setelah adanya kebocoran dana di Bank DKI. Hal ini mengakibatkan aktifnya pemeliharaan sistem berujung peniadaan sejumlah layanan Bank DKI sejak malam takbiran Idul Fitri 1446 Hijriah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Skema Ponzi Berbaju Syariah? Bongkar Modus Penipuan yang Mengelabui Investor Muslim
-
BGN Sapu Bersih Dapur MBG Bermasalah, 833 Ditutup dan Ratusan Pegawai Dipecat
-
Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional
-
Jangan Asal Congkel, Ini 6 Cara Membersihkan Bunga Es di Freezer Secara Efektif
-
Disdik Padang Soal Siswi SD Meninggal: Tidak Ada Indikasi Perundungan
-
Usai Purbaya, Giliran Mendagri Peringatkan Jakarta soal Obligasi Daerah
-
Peran 7 Tersangka Bentrok Menteng: Dari Rusak Gerobak hingga Aksi Pengeroyokan Maut
-
Red Bull Power Race Hadir di Indonesia, 24 Atlet Berebut Tiket ke Bangkok
-
Misteri Sutrimo Tewas di Depan Klinik, Polisi Minta Keluarga Lapor Jika Ada Kejanggalan
-
Belajar dari Pemilu: Kualitas Calon Pemimpin Tak Boleh Jadi Kompromi