Suara.com - Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri pada Senin (8/4/2025) malam menjadi sorotan tajam publik.
Momen itu diyakini bakal memengaruhi iklim politik nasional. Kendati pertemuan dilakukan secara tertutup, kelancaran komunikasi keduanya diyakini ada andil juga dari putra semata wayang Prabowo, Didit Hediprasetyo.
Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan bahwa kemunculan Didit di ruang publik belakangan ini membawa pesan politik yang mendalam.
"Didit itu adalah replika politik prabowo. Munculnya Didit ke permukaan memang mencuri perhatian publik karena diterima di semua kalangan," kata Adi kepada Suara.com, dihubungi Rabu (9/4/2025).
Salah satu momen yang dinilai krusial, ketika Didit bersilaturahmi ke kediaman Megawati saat Hari Raya Idulfitri. Adi menilai kunjungan tersebut bukan hal biasa, melainkan bagian dari proses politik yang lebih besar.
"Ketika Didit ke rumah Mega saat lebaran itu sinyal penguat bahwa pertemuan Prabowo dan Mega bakal terjadi. Buktinya tadi malam keduanya bertemu," katanya.
Sementara di sisi lain, kunjungan Prabowo ke rumah Megawati tidak lantas bisa disimpulkan kalau PDIP merapat ke pemerintah. Meski belum bergabung secara formal, Adi menilai posisi PDIP tetap krusial.
Pasalnya, partai ini keluar sebagai pemenang pemilu legislatif 2024. Kemenangan tersebut membuat suara dan sikap politik PDIP tetap diperhitungkan, bahkan kerap berada di garda depan mendukung sejumlah kebijakan penting Prabowo.
"Jadi pengaruh terhadap kebijakan Prabowo tentu tak terdeteksi, karena PDIP masih out sider. Meski begitu posisi PDIP tetaplah penting karena pemenang pileg 2024. Bahkan dalam banyak hal, PDIP paling depan mengawal kebijakan politik Prabowo. Misalnya kenaikan PPN 12 persen, makan bergizi gratis, revisi UU TNI jadi UU, PDIP dukung total," katanya.
Baca Juga: Pertemuan Prabowo Megawati Jadi Kode Keras PDIP Merapat ke Pemerintah?
Sebelumnya, pendiri sekaligus Direktur Eksekutif Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC), Dimas Oky Nugroho menilai bahwa langkah Didit mengunjungi kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat memiliki makna politik yang strategis.
Menurut Dimas, Didit sebagai aktor perantara yang membawa kekuatan 'soft politics' bagi Pemerintahan Prabowo.
"Didit Hediprasetyo menjadi intermediary actor dan kekuatan ‘soft politics’ yang tak terduga yang dimiliki Presiden Prabowo dalam membangun komunikasi yang lebih tulus, informal sekaligus strategis dalam menjahit kohesivitas secara lebih prospektif dan luas," kata Dimas kepada wartawan, Kamis (3/4/2025).
Ia mengatakan bahwa keunikan Didit terletak pada latar belakangnya sebagai profesional kreatif yang tidak terlibat langsung dalam dunia politik.
"Meskipun bukan 'orang politik' dan lebih berlatar profesional kreatif, Didit justru memiliki 'bobot politik' kuat karena bisa diterima oleh berbagai pihak termasuk publik. Tidak semata-mata sebagai putranya Prabowo dan cucunya Soeharto," ujarnya.
Rangkul Elite Politik
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Kapolres Tangsel Laporkan Gratifikasi iPhone 17 Pro Max ke KPK, Kini Disita Jadi Milik Negara
-
Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Obat Keras, 21 Ribu Butir Disita dari Dua Lokasi
-
Usai Kena OTT KPK, Ketua dan Waka PN Depok Akan Diperiksa KY soal Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Bukan Rugikan Negara Rp2,9 T, Pertamina Justru Untung Rp17 T dari Sewa Terminal BBM Milik PT OTM
-
Sidang Hadirkan Saksi Mahkota, Pengacara Kerry: Tidak Ada Pengaturan Penyewaan Kapal oleh Pertamina
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK